BERITA TIPS MAGANG & KARIER Mengenal Konsep 5-S dari Jepang yang Booming di Dunia Industri

Mengenal Konsep 5-S dari Jepang yang Booming di Dunia Industri

Oleh Syamsul Arifin | Selasa, 16 Mei 2023

Mengenal Konsep 5-S dari Jepang yang Booming di Dunia Industri

Konsep 5-S berasal dari Jepang dan dikenal sebagai salah satu metode manajemen kualitas yang populer di seluruh dunia. Yuk, cari tahu lebih jauh tentang konsep 5-S ini.

Aktivitas di kantor membosankan?
Karyawan engangement kurang?
GAMIFIKASI-IN aja!

Ciptakan lingkungan belajar yang lebih MENYENANGKAN dengan GAME-BASED LEARNING!

Daftar Isi Artikel

Konsep 5-S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan keselamatan di tempat kerja. Caranya adalah dengan memperbaiki tata letak, standar kerja dan lingkungan kerja secara umum.

Konsep 5-S dari Jepang

Selain itu, konsep ini juga dapat membantu meningkatkan moral dan motivasi karyawan. Sebab, konsep 5-S ini dapat membuat lingkungan terorganisir dan bersih sehingga mereka merasa lebih nyaman dan lebih mudah dalam bekerja.

Seiri (Ringkas)

Seiri adalah salah satu dari lima prinsip dasar dalam konsep 5-S, sebuah sistem pengelolaan dan penataan tempat kerja yang berasal dari Jepang. Seiri berfokus pada pentingnya menghilangkan barang atau benda yang tidak berguna atau tidak perlu dari area kerja.

Artinya, dengan Seiri kamu hanya akan menyisakan barang atau benda yang memang diperlukan atau berguna. Tujuan dari Seiri adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas di tempat kerja dengan menghilangkan hambatan dan penghalang yang tidak perlu, serta meningkatkan kualitas lingkungan kerja.

Dalam praktik Seiri, langkah pertama adalah mengidentifikasi dan memisahkan barang atau benda menjadi dua kategori. Yaitu barang yang diperlukan dan barang yang tidak diperlukan. 

Kemudian, barang atau benda yang tidak diperlukan akan dihapus dari area kerja, seperti dengan membuang, mendaur ulang atau menyimpannya di tempat yang tepat jika masih diperlukan di kemudian hari. Seiring waktu, Seiri harus diulang secara teratur untuk memastikan area kerja tetap bersih, rapi dan efisien.

Dengan menerapkan prinsip Seiri, lingkungan kerja dapat menjadi lebih efektif dan efisien karena hanya barang atau benda yang diperlukan yang tersedia di area kerja. Selain itu, Seiri juga dapat meningkatkan keamanan di tempat kerja dengan menghilangkan barang yang tidak perlu yang dapat menyebabkan bahaya atau kecelakaan.

Konsep 5-S Jepang - GAMELAB.ID

Seiton (Rapi)

Seiton adalah prinsip kedua dalam konsep 5-S dari Jepang, yang berfokus pada penataan barang dan peralatan di tempat kerja secara sistematis dan mudah diakses. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas karyawan dengan meminimalkan waktu yang terbuang akibat mencari barang atau alat yang tersimpan secara tidak teratur.

Untuk menerapkan prinsip Seiton, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

1. Identifikasi barang dan peralatan yang sering digunakan di tempat kerja, serta barang dan peralatan yang jarang atau tidak digunakan sama sekali.

2. Pisahkan barang dan peralatan yang tidak diperlukan dari yang masih berguna dan sesuai dengan kebutuhan kerja.

3. Kelompokkan barang dan peralatan yang masih berguna berdasarkan jenis dan frekuensi penggunaannya. Misalnya, kelompokkan alat-alat yang digunakan untuk pemotongan, pengeboran atau pengukuran.

4. Tetapkan tempat yang jelas dan mudah diakses untuk setiap kelompok barang dan peralatan. Tempatkan barang dan peralatan yang sering digunakan di tempat yang mudah dijangkau dan tempatkan barang dan peralatan yang jarang digunakan atau hanya dipakai sesekali di tempat yang kurang terjangkau.

5. Berikan tanda pada setiap tempat penyimpanan barang dan peralatan untuk membantu karyawan mengidentifikasi dan menempatkan kembali barang atau alat pada tempatnya.

Dengan menerapkan prinsip Seiton secara konsisten, karyawan dapat menghemat waktu dan energi yang biasanya terbuang karena mencari barang atau alat yang tersembunyi atau tidak tersusun dengan baik. Tentu, ini akan berdampak positif bagi lingkungan kerja secara keseluruhan.

Selain itu, dengan menata barang dan peralatan secara sistematis, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas karyawan. Bahkan perusahaan dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat tersandung atau terjatuh karena barang atau alat yang tercecer di area kerja.

Konsep 5-S Jepang - GAMELAB.ID

Seiso (Resik)

Seiso adalah prinsip ketiga dalam konsep 5-S dari Jepang yang berfokus pada menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kerja. Prinsip ini mengajarkan karyawan untuk membersihkan area kerja dan barang-barang yang digunakan secara teratur, membuang sampah dengan benar dan menjaga kualitas lingkungan kerja secara umum.

Untuk menerapkan prinsip Seiso, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

1. Identifikasi area kerja dan barang-barang yang memerlukan pembersihan secara teratur.

2. Tetapkan jadwal rutin untuk membersihkan area kerja dan barang-barang tersebut, termasuk perlengkapan dan peralatan yang digunakan.

3. Pastikan karyawan memahami standar kebersihan yang diharapkan dan mempersiapkan peralatan dan perlengkapan yang diperlukan untuk membersihkan area kerja.

4. Ciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman dengan memperhatikan faktor-faktor seperti sirkulasi udara, pencahayaan, suhu dan kelembaban.

5. Buang sampah dan limbah dengan benar, termasuk memilah jenis sampah dan limbah yang dihasilkan dan memastikan bahwa pengelolaan limbah sesuai dengan peraturan dan regulasi setempat.

Dengan menerapkan prinsip Seiso, perusahaan dapat meningkatkan kualitas lingkungan kerja dan mengurangi risiko kecelakaan atau penyakit yang disebabkan oleh kebersihan yang buruk. Selain itu, dengan menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kerja, karyawan dapat bekerja dengan lebih aman, sehat dan produktif.

Konsep 5-S Jepang - GAMELAB.ID

Seiketsu (Rawat)

Seiketsu adalah prinsip keempat dalam konsep 5-S dari Jepang. Prinsip ini berfokus pada pengembangan standar untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kerja serta praktik kerja yang efisien. 

Seiketsu mengajarkan bahwa perusahaan perlu memiliki standar tertulis atau prosedur yang jelas dan terstruktur untuk mengontrol dan memelihara kondisi lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

Untuk menerapkan prinsip Seiketsu, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

1. Identifikasi prosedur atau praktik kerja yang perlu diatur dan disesuaikan dengan tujuan perusahaan.

2. Buat standar tertulis untuk setiap prosedur atau praktik kerja dan pastikan semua karyawan memahami dan menerapkannya dengan benar.

3. Perbarui standar secara berkala untuk memastikan kesesuaian dan konsistensi.

4. Berikan pelatihan atau edukasi kepada karyawan tentang pentingnya mengikuti standar dan prosedur kerja yang telah ditetapkan.

5. Evaluasi secara berkala penerapan standar dan prosedur kerja untuk memastikan kualitas lingkungan kerja dan produktivitas karyawan tetap terjaga.

Dengan menerapkan prinsip Seiketsu secara konsisten, perusahaan dapat mencapai kondisi lingkungan kerja yang sehat dan produktif serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas praktik kerja. Selain itu, perusahaan juga dapat meminimalkan risiko kesalahan atau kecelakaan kerja karena karyawan telah terbiasa dengan praktik kerja yang tepat dan sesuai dengan standar.

Konsep 5-S Jepang - GAMELAB.ID

Shitsuke (Rajin)

Shitsuke adalah prinsip kelima dari konsep 5-S dari Jepang. Shitsuke biasanya diterjemahkan sebagai 'disiplin' atau 'rajin'. 

Konsep ini menekankan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab pribadi dalam menjaga standar dan proses yang telah ditetapkan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi. Dalam praktiknya, Shitsuke dapat mencakup beberapa hal seperti:

1. Mengembangkan kebiasaan untuk melakukan tugas dengan konsisten dan berulang-ulang, sehingga proses menjadi teratur dan terstruktur.

2. Menetapkan standar yang jelas dan terukur untuk menjaga kualitas produk atau layanan yang dihasilkan.

3. Mengawasi pelaksanaan proses secara rutin dan mengevaluasi apakah standar yang ditetapkan telah terpenuhi.

4. Mendorong partisipasi aktif dari semua anggota tim untuk mempertahankan standar dan proses yang telah ditetapkan.

Dengan menerapkan konsep Shitsuke, perusahaan dapat membangun budaya kerja yang disiplin dan bertanggung jawab. Dengan demikian, hal ini dapat mendorong peningkatan kualitas dan efisiensi dalam jangka panjang.

Konsep 5-S Jepang - GAMELAB.ID

Optimasi Skills Sebelum Terjun ke Dunia Industri

Optimasi skills sebelum masuk dunia industri sangatlah penting karena beragam alasan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Memenangkan Persaingan

Dunia industri sangat kompetitif dan ada banyak pelamar kerja memiliki keterampilan yang sama. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan kamu dapat memberikan keuntungan kompetitif yang signifikan dan meningkatkan peluang kamu untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Mempercepat Adaptasi di Lingkungan Kerja

Dengan meningkatkan keterampilan sebelum memasuki dunia industri, kamu dapat lebih percaya diri dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Hal ini dapat membantu kamu mempercepat adaptasi di lingkungan kerja. Kamu juga bisa lebih produktif dan efektif dalam mengerjakan tugas-tugas.

Memperluas Peluang Karir

Dengan meningkatkan keterampilan, kamu dapat memperluas peluang karier kamu di masa depan. Misalnya, jika memiliki keterampilan di bidang teknologi informasi, kamu dapat memasuki industri yang berkaitan dengan teknologi, seperti pengembangan perangkat lunak, analisis data dan keamanan siber.

Meningkatkan Kemampuan Belajar

Meningkatkan keterampilan secara berkelanjutan dapat membantu kemampuan belajar yang lebih baik. Di tengah dunia kerja yang dinamis, terus berubah dan penuh persaingan, kamu tidak memiliki opsi selain harus optimasi skills. Skills yang lebih tinggi dan mumpuni selalu dibutuhkan oleh dunia industri.

Dengan demikian, optimasi skills sebelum memasuki dunia industri sangatlah penting bagi siapa saja yang ingin sukses dalam meniti karier. Hal ini dapat memberikan keuntungan yang signifikan dan membantu kamu mencapai tujuan dengan lebih cepat dan efektif.

Konsep 5-S Jepang - GAMELAB.ID

Baca Juga : Eksplorasi Hasil Karya Industri Kreatif, SMKS Pesantren Ciwaringin Kunjungan Industri ke Gamelab Indonesia

Penutup

Secara keseluruhan, konsep 5-S dari Jepang merupakan sebuah sistem manajemen yang sederhana namun sangat efektif dalam membantu perusahaan mencapai tujuan kualitas dan efisiensi yang lebih tinggi. 

Kelima konsep dasar, yakni Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke. Semua konsep tersebut saling terkait dan saling memperkuat satu sama lain untuk membentuk fondasi yang kuat untuk lingkungan kerja yang terorganisir dan terstruktur. 

Dengan menerapkan prinsip-prinsip 5-S, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi limbah, meningkatkan keselamatan kerja dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Konsep 5-S ini telah terbukti efektif dalam berbagai sektor dan industri. Konsep ini juga dapat membantu perusahaan mengoptimalkan proses dan meraih keberhasilan jangka panjang.

Nah, sebelum terjun ke dunia industri, pastikan untuk optimasi skills di GAMELAB.ID terlebih dahulu. Ada banyak kelas atau pelatihan yang dapat membantu meningkatkan skills. Silakan klik Kelas Akademi untuk melihat beberapa pilihan kelas online yang bisa kamu ikuti. Biar lebih hemat, kamu bisa manfaatkan promo 50BAT BARU. Klik di sini jika kamu ada pertanyaan ya.

 


Syamsul Arifin

Syamsul Arifin

Selasa, 16 Mei 2023

ARTIKEL TERKAIT

Magang lebih mudah dan bisa dilakukan dari mana saja dengan Program Magang Online Gamelab. Magang Bersertifikat, plus Pelatihan!

DAFTAR MAGANG

ARTIKEL POPULER

KATEGORI