BERITA QA&TESTING QA & Testing: Apakah Hanya Sekedar Nge-Test?

QA & Testing: Apakah Hanya Sekedar Nge-Test?


#quality control #quality assurance
QA & Testing: Apakah Hanya Sekedar Nge-Test?

QA & Testing, tampaknya hanya sekedar mengetes kelayakan sebuah aplikasi. Apakah terdapat teknik untuk melakukan pengujian tersebut? Akan dibahas dalam artikel ini.

Yuk, belajar di GAMELAB ACADEMY harga lebih murah, bisa belajar kapan saja dan di mana saja. Kelas ditulis oleh professional dari industri berkolaborasi dengan praktisi pendidikan. Dapatkan SERTIFIKAT ketika kamu sudah selesai!

QA & Testing merupakan sebuah peran yang penting dalam menguji kualitas sebuah produk berupa aplikasi tetapi, banyak orang yang belum memahami testing seperti apa yang harus dilakukan?

Pertama-tama, testing sendiri terdiri dari dua cakupan (testing scope), yaitu functional testing dan non-functional testing. Terdapat perusahaan yang menggunakan kedua cakupan tersebut, ada juga yang hanya menggunakan functional testing saja. Dalam artikel ini, saya akan membahas mengenai functional testing.

Dalam functional testing, terdiri dari 4 tingkatan testing, yaitu sebagai berikut:

  1. Unit Test
    Dalam tingkatan ini, testing dilakukan untuk menemukan error lebih cepat agar dapat mengantisipasi error yang kompleks di kemudian hari. Biasanya, unit test dilakukan oleh tim developer dan tim QA dengan melakukan pengujian terhadap fungsi sebuah program code tim developer) dan pengujian terhadap parameter dan respon API, field data pada database, atau UI elements.

  2. Integration Test
    Integration Test melakukan pengujian gabungan atau integrasi antar unit code untuk menghasilkan flow scenario pada fungsi, fitur, dan atau module tertentu. Contohnya register, login, search, dll. Untuk lebih jelasnya, berikut merupakan proses integration testing:
    • Mempersiapkan test scenario dan test cases
    • Membuat automated test jika diperlukan
    • Eksekusi test cases dan automated test script
    • Membuat laporan dan melaporkan jika terjadi error atau ketidaksesuaian software dengan requirement
    • Re-testing sampai software sesuai dengan requirement

  3. System Test
    Dalam tingkatan ini, sudah mulai dilakukan pengujian untuk cakupan yang lebih besar. Dalam tingkatan sebelumnya, integration test hanya menguji bagian tertentu dalam sebuah software, system test menguji secara keseluruhan sebuah software. Misalnya: menguji sebuah alur dari permainan, memastikan setiap button atau fitur-fitur lainnya tidak mengalami error.
    Salah satu jenis pengujian dalam system test adalah regression test, yaitu pengujian untuk memastikan bahwa penambahan atau perubahan code baru tidak mempengaruhi code yang ada, berikut adalah tahapan regression test:
    • Dilakukan dengan mengeksekusi semua test case yang ada, mencakup software secara keseluruhan.
    • Dilakukan dengan mengeksekusi sebagian test case yang berkaitan dengan penambahan fitur.
    • Dilakukan dengan mengeksekusi semua test case yang mempunyai prioritas/level tertentu. Level-level tersebut adalah: re-test all, regression test selection, dan prioritization of test cases.
      Hasil pengujian dari system test dicakup dalam sebuah laporan yang mencakup semua hasil test untuk menyimpulkan apakah update system sudah layak diterapkan atau belum.
  4. Acceptance Test
    Tahap terakhir dari functional testing level, di mana testing ini dilakukan oleh product manager atau tim-tim yang berhubungan langsung dengan user dari software yang dikeluarkan oleh perusahaan. Tim product manager akan memverifikasi langsung kepada user apakah software yang  dikembangkan sudah sesuai dengan alur yang diinginkan atau tidak. Ketika pengujian berlangsung, perilaku dari user sendiri harus diperhatikan, untuk mengevaluasi apakah software tersebut sudah nyaman untuk digunakan atau masih butuh improvisasi.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

Referensi:


Hannah Georgina Alanis

Hannah Georgina Alanis

Rabu, 23 September 2020