BERITA UMUM Membedah Perbedaan Animasi 2D dan 3D, Mulai dari Teknik hingga Gaya Visualnya!

Membedah Perbedaan Animasi 2D dan 3D, Mulai dari Teknik hingga Gaya Visualnya!

Oleh Vincentius Dimas | Kamis, 30 Mei 2024

Membedah Perbedaan Animasi 2D dan 3D, Mulai dari Teknik hingga Gaya Visualnya!

Banyak orang masih salah kaprah mengenai animasi 2D dan 3D. Berikut penjelasannya!

Aktivitas di kantor membosankan?
Karyawan engangement kurang?
GAMIFIKASI-IN aja!

Yuk, belajar di GAMELAB ACADEMY, belajar kapan saja, di mana saja. Kurikulum berbasis industri. Dapatkan SERTIFIKAT ketika kamu sudah selesai!

Daftar Isi Artikel

Dalam era modern ini, teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. Salah satu perkembangan teknologi yang paling mencolok adalah dalam bidang grafis dan desain. Dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D) adalah dua konsep yang mendasari banyak aspek dalam dunia desain, animasi, arsitektur, dan industri lainnya. Jika kalian saat ini merupakan siswa jurusan animasi SMK, simak penjelasan berikut mengenai perbedaan animasi 2D dan 3D.

Perbedaan Animasi 2D dan 3D

Sebelum kita menyelami perbedaan yang mendalam antara konsep 2D dan 3D, sangatlah penting bagi kita untuk memperoleh pemahaman yang menyeluruh tentang esensi dari kedua konsep tersebut. Sebab, dengan memahami secara lebih mendalam tentang hakikat masing-masing konsep ini, kita dapat membuka pintu untuk menjelajahi perbedaan-perbedaan yang lebih kompleks. Berikut perbedaanya:

2D 

2D mengacu pada gambar atau objek yang hanya memiliki dua dimensi: panjang dan lebar. Contohnya adalah gambar yang ditemukan pada sebuah kertas, layar komputer, atau halaman sebuah buku. Dalam dunia desain grafis, 2D sering digunakan untuk membuat ilustrasi, logo, kartun, dan banyak lagi. Meskipun terlihat sederhana, 2D memungkinkan kita untuk mengekspresikan ide dan konsep dengan cara yang kreatif.

3D

Di sisi lain, 3D melibatkan objek yang memiliki tiga dimensi: panjang, lebar, dan kedalaman. Ini berarti objek tersebut memiliki volume dan bisa dilihat dari berbagai sudut. Teknologi 3D telah merevolusi industri seperti animasi, desain produk, arsitektur, dan permainan video. Dengan teknologi 3D, kita dapat membuat model yang lebih realistis dan interaktif, memungkinkan kita untuk menjelajahi dunia maya dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.

Karya Peserta Magang Animasi 3D - Gamelab.ID

Teknik Pembuatan 2D dan 3D

Dalam dunia desain dan produksi, teknik pembuatan memiliki peran yang sangat penting. Baik itu dalam menciptakan karya seni 2D yang memukau atau merancang model 3D yang realistis, maka pemahaman yang baik tentang teknik pembuatan adalah kunci untuk menghasilkan karya berkualitas tinggi. Berikut tekniknya:

Teknik Pembuatan 2D

  • Pensil dan Kertas

Meskipun teknologi digital terus berkembang, penggunaan pensil dan kertas masih menjadi fondasi penting bagi animator 2D. Pensil memberikan fleksibilitas dalam mengekspresikan ide-ide secara cepat, sementara kertas memberikan platform untuk mengembangkan karya seni lebih lanjut, layaknya ilustrasi yang mengesankan atau komik yang memikat.

  • Cat Air dan Cat Minyak

Dengan campuran air, pigmen, dan kertas, animator 2D menciptakan dunia warna yang dinamis. Teknik aplikasi dan pencampuran cat air atau minyak menghasilkan beragam efek, mulai dari transparansi yang lembut hingga ketegasan yang dramatis. Dengan begitu, memungkinkan animator untuk menciptakan kedalaman dan dimensi dalam karyanya.

  • Teknik Digital

Dunia seni 2D mengalami transformasi pesat dengan kehadiran teknologi digital. Animator kini tak lagi terkungkung oleh batasan media fisik, berkat software seperti Adobe Photoshop dan Illustrator. Alat-alat canggih ini membebaskan mereka untuk menjelajahi imajinasi tanpa batas dan menuangkannya dalam karya-karya menakjubkan.

Teknik Pembuatan 3D

  • Modeling 3D

Proses modeling 3D membawa kreativitas ke dimensi baru dengan menciptakan objek tiga dimensi yang realistis. Dengan alat seperti Blender, Maya, atau 3ds Max, animator dapat menggunakan berbagai metode modeling. Mulai dari polygonal hingga NURBS, untuk membentuk objek dengan presisi dan fleksibilitas. Lalu Sculpting juga semakin populer, karena memungkinkan animator untuk mengukir detail dengan alat digital yang mirip dengan proses fisik.

  • Texturing

Texturing adalah langkah penting dalam memberikan realisme pada model 3D. Animator dapat menambahkan tekstur, warna, dan detail lainnya pada permukaan objek, baik secara manual maupun menggunakan teknik pemetaan UV. Hasilnya pun model menjadi hidup dan sesuai dengan apa yang dibayangkan oleh animator.

  • Rigging dan Animasi

Rigging memungkinkan seniman untuk menghidupkan model 3D, karena memberikan struktur yang dapat diatur dan dianimasikan. Setelah rigging selesai, proses animasi dimulai dengan memberikan gerakan dan ekspresi pada objek 3D, guna menciptakan adegan yang dinamis dan memikat bagi penonton.

Karya Peserta Prakerja Animasi 3D - Gamelab.ID

Karakteristik Gaya Visual

Terdapat dua gaya utama yang mendominasi animasi 2D dan 3D, namun masing-masing memiliki karakteristik unik yang melahirkan karya-karya memukau dengan kekuatan dan daya tariknya sendiri. Maka memahami karakteristik kedua gaya ini secara mendalam menjadi kunci untuk memilih tools yang tepat dan menghasilkan karya visual yang memukau dan informatif. Berikut karakteristiknya:

Gaya Visual 2D

Gaya visual 2D laksana lukisan di atas kanvas, menghadirkan ilusi ruang datar dengan karakter dan objek yang digambarkan pada dua sumbu, yakni horizontal dan vertikal. Kesederhanaan menjadi salah satu daya tarik utama 2D. Bentuk yang datar dan garis-garis yang jelas membuatnya mudah diakses oleh berbagai kalangan, baik seniman profesional maupun pemula. Hal ini terbukti dengan popularitasnya yang mendunia, mulai dari animasi anak-anak yang menggemaskan hingga film-film klasik Disney yang tak lekang oleh waktu.

Di balik kesederhanaannya, 2D menawarkan kebebasan berekspresi yang tak terbatas. Para seniman 2D dapat menuangkan imajinasi dan kreativitas mereka dengan berbagai cara, menciptakan estetika yang unik dan personal. Dari kartun yang lucu dan menghibur hingga animasi yang realistis dan penuh makna, 2D mampu membangkitkan berbagai emosi dan meninggalkan kesan mendalam bagi para penikmatnya.

Selain itu, 2D juga dikenal dengan efisiensi dan kepraktisannya. Dibandingkan dengan 3D yang membutuhkan proses kompleks dan memakan waktu lama, pembuatan karya 2D dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah. Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk proyek-proyek dengan keterbatasan waktu dan anggaran. Kepopuleran 2D pun diperkuat oleh kemudahan akses terhadap tools dan software yang tersedia, memungkinkan siapa saja untuk berkarya dan menuangkan ide kreatif mereka.

Gaya Visual 3D

Jika 2D menghadirkan ilusi ruang datar, 3D melangkah lebih jauh dengan menciptakan dunia yang imersif dan realistis. Karakter dan objek digambarkan dalam ruang tiga dimensi, lengkap dengan perspektif, pencahayaan, dan tekstur yang detail. Hal ini memungkinkan terciptanya visualisasi yang lebih mendekati dunia nyata, memberikan sensasi yang lebih hidup dan memukau bagi para penikmatnya.

Kemampuan 3D dalam menghadirkan realitas membuatnya ideal untuk berbagai aplikasi, seperti simulasi, visualisasi ilmiah, dan film live-action. Di bidang simulasi, 3D digunakan untuk melatih pilot, dokter, dan profesional lainnya dalam situasi yang aman dan terkendali. Dalam visualisasi ilmiah, 3D membantu para ilmuwan untuk memahami dan mengkomunikasikan temuan mereka dengan lebih jelas dan efektif. Sedangkan di film live-action, 3D menghadirkan dunia fantastis dan efek visual yang spektakuler, membawa para penonton ke dalam petualangan yang tak terlupakan.

Namun, di balik kelebihannya, 3D juga memiliki tingkat kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan 2D. Pembuatan karya 3D membutuhkan keahlian teknis yang mumpuni, waktu yang lama, dan sumber daya yang besar. Prosesnya melibatkan pemodelan objek, pencahayaan, teksturing, animasi, dan rendering yang rumit. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para seniman 3D dan membutuhkan dedikasi serta ketekunan yang tinggi.

Karya Peserta Magang Animasi 3D - Gamelab.ID

Baca Juga : Mengintip Dunia Programmer, Apa yang Tidak Dikatakan di Kampus!

Rekomendasi Software Animasi 2D dan 3D

Di era digital ini, berbagai software animasi hadir dengan ragam fitur dan kemampuannya masing-masing. Namun, dengan banyaknya pilihan yang tersedia, memilih software animasi yang tepat dapat menjadi sebuah tantangan. Berikut beberapa rekomendasi software animasi yang bisa menjadi referensi:

Software Animasi 2D

  • Adobe Animate

Dikenal sebagai Flash Professional di masa lampau, software ini merupakan pilihan ideal bagi para animator yang ingin membuat animasi tradisional, seperti kartun dan anime. Animate menawarkan berbagai fitur untuk menggambar, mewarnai, dan menganimasikan karakter dan objek dengan mudah.

  • Moho Pro

Software ini terkenal dengan kemampuannya dalam menciptakan animasi vektor yang halus dan dinamis. Moho Pro menggunakan sistem "bone rigging" yang intuitif, memungkinkan animator untuk mengontrol gerakan karakter dengan presisi. Software ini juga menawarkan berbagai fitur untuk efek visual dan animasi yang kompleks.

  • Toon Boom Harmony

Software ini merupakan pilihan profesional untuk para animator yang ingin membuat animasi 2D berkualitas tinggi. Harmony menawarkan berbagai fitur canggih untuk rigging, pencahayaan, dan efek visual yang realistis. Software ini banyak digunakan dalam industri film dan animasi, dan terkenal dengan kemampuannya dalam menghasilkan animasi yang halus dan detail.

Software Animasi 3D

  • Cinema 4D

Software ini terkenal dengan kemudahan penggunaannya dan alur kerjanya yang intuitif. Cinema 4D cocok untuk berbagai jenis animasi 3D, mulai dari animasi sederhana hingga animasi yang kompleks. Software ini juga menawarkan berbagai fitur untuk pemodelan, teksturing, animasi, dan rendering. 

  • Blender

Software open-source ini menawarkan berbagai fitur 3D yang lengkap, mulai dari pemodelan dan teksturing hingga animasi dan rendering. Blender merupakan pilihan yang tepat bagi para animator yang ingin memiliki kontrol penuh atas proses kreatif mereka. Komunitasnya yang besar dan aktif serta tutorial yang berlimpah menjadikannya software yang mudah dipelajari dan digunakan.

  • Maya

Software ini merupakan standar industri untuk animasi 3D profesional. Maya menawarkan berbagai fitur canggih untuk menciptakan karakter, efek visual, dan lingkungan 3D yang realistis. Software ini juga banyak digunakan dalam film Hollywood, animasi blockbuster, dan video game.

Untuk penerima manfaat Kartu Prakerja 2024, bergabunglah dalam kelas Membuat Animasi 3D Menggunakan Blender untuk Animator di GAMELAB. Di kelas tersebut, peserta akan dibimbing oleh expert trainer untuk mempelajari bagaimana menggunakan software Blender hingga membuat objek 3D. Ayo segera daftar kelasnya karena kuota terbatas!


Vincentius Dimas

Vincentius Dimas

Kamis, 30 Mei 2024

ARTIKEL TERKAIT

Magang lebih mudah dan bisa dilakukan dari mana saja dengan Program Magang Online Gamelab. Magang Bersertifikat, plus Pelatihan!

DAFTAR MAGANG

ARTIKEL POPULER

KATEGORI