BERITA UMUM Menjadi Guru Yang Profesional Di Masa Pandemi Covid-19

Menjadi Guru Yang Profesional Di Masa Pandemi Covid-19

Oleh Pratiwi Nurul Safaati | Selasa, 18 Mei 2021

Menjadi Guru Yang Profesional Di Masa Pandemi Covid-19

Salah satu dampak dari pandemi Covid-19 ini adalah di berlakukannya sekolah secara daring atau online. Pemerintah memberlakukan sekolah secara daring atau online untuk memperlambat penyebaran virus Covid-19.

Aktivitas di kantor membosankan?
Karyawan engangement kurang?
GAMIFIKASI-IN aja!

Ciptakan lingkungan belajar yang lebih MENYENANGKAN dengan GAME-BASED LEARNING!

Daftar Isi Artikel

Pendahuluan

Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 200 negara di seluruh dunia  (Khan et al., 2020; Lin et al., 2020; Worldometers, 2020). Virus ini muncul pertama kali di Wuhan, China, sebelum akhirnya menjalar sampai ke seluruh dunia. Gejala yang di timbulkan dari virus Covid-19 ini antara lain demam, batuk, serta sesak nafas dengan masa inkubasi selama kurang lebih 5 sampai 6 hari dan yang terama selama 14 hari.

Seluruh aspek kehidupan terganggu karena adanya virus Covid-19 ini, seperti ekonomi, sosial, pendidikan, serta pariwisata merasakan dampak dari pandemi covid-19 ini. Dalam bidang pendidikan seluruh sekolah atau instansi pendidikan ditutup, dan proses belajar mengajar dilaksanakan secara daring/jarak jauh untuk menghambat penularan virus Covid-19 (Wahyu Aji Fatma Dewi,2020).

Tentunya ada perubahan yang signifikan dalam sistem belajar mengajar, yang awalnya bertatap muka langsung sekarang beralih ke pembelajaran daring/ jarak jauh yang disebut sengan e-learning. Pembelajaran daring ini memanfaatkan jaringan internet dalam proses pembelajaran. Melalui pembelajaran daring siswa dapat belajar kapanpun dan dimana saja sehingga lebih fleksibel. Siswa dapat berinteraksi dengan guru mengunakan beberapa platform atau aplikasi sepert Google Meet, Google Classroom, Zoom, Video Converence, serta Whatsapp group  (Nakayama M, Yamamoto H, 2007).

Perubahan pola belajar mengajar yang awalnya pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka atau pembelajaran langsung, di masa pandemi ini pembelajaran dilaksanakan secara daring/ jarak jauh tidak lepas dari peran guru. Peran guru sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran, karena guru harus memikirkan rencana pembelajaran secara matang agar tujuan pembelajaran tetap tercapai walaupun dilaksanakan secara daring/ jarak jauh (Abdullah, 2016; DarlingHammond & John Bransford, 2005; Zein, 2016).

Kajian Teori

Guru Profesional

Profesional merupakan sebutan bagi orang yang menekuni suatu profesi. Selain itu profesional juga dapat dapat diartikan sebagai penampilan seseorang dalam mewujudkan untuk kerja sesuai dengan profesinya. Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005 disebutkan bahwa guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevalusi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan menengah.

Pembelajaran Daring

Seluruh aspek kehidupan terganggu karena adanya virus Covid-19 ini, tak terkecuali di bidang pendidikan. Seluruh sekolah atau instansi pendidikan ditutup, dan proses belajar mengajar dilaksanakan secara daring/jarak jauh untuk menghambat penularan virus Covid-19.Menurut Kuntarto, E (2017: 101) model pembelajaran daring atau Online Learning Models (OLM) merupakan sistem belajar yang memanfaatkan teknlogi internet berbasis komputer (Computer-Based Learning/CBL). Namun seiring berjalannya perkembangan teknologi saat ini, fungsi dari komputer tersebut telah di gantikan dengan telepon seluler atau smartphone.

Covid-19

Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 merupakan wabah yang awalnya menyerang kota Wuhan di China (Susilo,2020: 46). Virus ini menyerang sistem pernapasan dengan gejala sesak nafas, demam, batuk kering, dan flu. Virus corona ini menyebar dan menular dengan sangat cepat ke manusia maupun pada hewan. Sampai  saat ini para ahli masih meneliti obat atau vaksin untuk menanggulangi virus tersebut. Berita tentang ditemukan vaksin dan obat untuk menanggulangi virus Covid-19 itu juga masih simpang siur. Maka dari itu pemerintah di seluruh dunia hanya bisa mencegah agar virus tersebut tidak menular dan tersebar secara cepat dengan cara isolasi yang di lakukan hampir seluruh negara di dunia (Rida Fironika Kusumadewi , Sari Yustiana , Khoirotun Nasihah, 2020).

Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif dengan studi pustaka/literatur dari media elektronik yang diambil dari jurnal-jurnal dan e-book. Literatur yang digunakan dalam artikel ini diperoleh dari Google Cendekia (https://scholar.google.co.id/), literatur yang digunakan adalah literatur berbahasa Indonesia, literatur yang diterbitkan di Indonesia, dan literatur yang ditulis oleh author dari Indonesia.

Hasil dan Pembahasan

Saat ini, hampir seluruh negara di dunia sedang berjuang melawan COVID-19, khususnya dalam dunia. Saat ini pemerintah melakukan keijakan dalam upaya untuk mengurangi penularan COVID-19 dengan cara membatalkan atau menunda kegiatan pembelajaran yang ada di sekolah, (Uscher-Pines et al., 2018). Seluruh masyarakat harus menaati instruksi dari pemerintah, karena hal tersebut sistem akademik di Indonesia ini menjadi terkena dampaknya. Pihak pendidikan harus menemukan cara lain agar proses pemelajaran tetap berjalan walaupun proses belajar mengajar di sekolah ditiadakan, yaitu dengan cara kelas virtual/pembelajaran daring adalah jalan ke depan yang paling mungkin dilakukan (Arora & Srinivasan, 2020).

Baik atau tidak jalannya pendidikan di masa pandemi ini tergantung dari beberapa faktor, yaitu tingkat kematangan persiapan yang diakukan oleh pihak sekolah, kesiapan orang tua/keluarga dalam mengawasi anak ketika sedang melakukan pembelajaran secara daring, serta kesiapan guru dalam menguasai materi serta penggunaan metode yang cocok dilakukan untuk pembelajaran daring. Semuanya itu harus dipersiapkan dengan matang agar tujuan pembelajaran dapat terapai serta kebutuhan siswa dapat terpenuhi dengan baik walaupun pembelajaranya di laksanakan secara daring.

Dalam pelaksanaan pembelajaran secara daring/ jarak jauh, terdapat beberapa kendala yang dialami oleh murid guru, maupun orang tua, yaitu kurangnya penguasaan teknologi, pengeluaran biaya internet yang semakin bertambah, menambah pekerjaan orang tua karena harus mengawasi anak dalam pembelajaran daring, sulitnya mendapatkan jaringan internet di daerah pedalaman,  komunikasi dan sosialisasi antar siswa, guru, dan orang tua menjadi berkurang dan jam kerja yang menjadi bertambah bagi guru (Purwanto et al ,2020). Hasil riset dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada bulan Maret 2020 menunjukkan bahwa 58% peserta didik tidak suka menjalani program belajar dari rumah. Faktor penyebabnya adalah peserta didik menganggap bahwa komunikasi dengan teman menjadi terbatas, mereka mengalami keterbatasan teknologi, misalnya fasilitas internet yang terbatas, sinyal yang sulit di beberapa daerah, dan penggunaan kuota yang bertambah karena kelas online. Disini guru tidak bekerja dengan profesional, semestinya guru juga harus memberikan materi pembelajaran. Komisi Perlindungan Anak Indonesia juga melaporkan bahwa ada 213 pengaduan peserta didik dan orang tua di berbagai daerah mengenai pembelajaran daring. Peserta didik dan orang tua melaporkan perihal tugas harian yang diberikan guru yang dianggap berat dengan jangka waktu pengerjaan yang relatif pendek. Pembelajaran daring terasa berat bagi peserta didik yang tidak memiliki kuota internet, atau bahkan mereka tidak memiliki komputer (Madrim, 2020).

Peran guru yang paling penting adalah sebagai pengorganisasi lingkungan belajar dan sekaligus sebagai fasilitator belajar. Agar menjadi guru yang profesional di bidangnya, maka guru harus memenuhi beberapa aspek, yaitu guru harus bisa berperan sebagai model, perencana, peramal, pemimpin, dan penunjuk jalan atau pembimbing dalam proses pembelajaran. Guru berperan untuk mengarahkan dan memberi fasilitas belajar kepada peserta didik agar proses belajar berjalan secara memadai dan tujuan pembelajaran dapat tercapai, tidak semata-mata memberikan informasi dan tugas saja (Zein, 2016). Hal yang perlu diperhatikan guru dalam pembelajaran di masa pandemi COVID-19 ini adalah membuat strategi, model, serta media pembelajaran yang menarik bagi siswa agar siswa tidak bosan (Abdullah, 2016).

Cara menjadi pendidik atau guru yang profesional dalam mengajar selama pandemi COVID-19, yaitu yang pertama “mempersiapkan dan berlatih”. Ada lima hal yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan dan berlatih, yaitu 1.) Pastikan ekuitas digital, memastikan bahwa semua peserta didik yang terlibat memiliki perangkat. 2.) Berlatih, guru harus melatih diri dan peserta didik mereka tentang aplikasi dan teknologi yang aka digunakan saat proses pembelajaran daring. 3.) Memberikan informasi yang jelas kepada staf dan orang tua. 4.) Rencanakan secara matang. 5.) Menyiapkan sarana dan prasarana.

Yang kedua adalah “Implementasi”. Ada lima hal yang harus diperhatikan, yaitu 1.) Membuat jadwal harian. 2.) Memberikan pembelajaran yang kuat dengan cara menciptakan suasana belajar online yang menarik minat siswa. 3.) Mendesain pembelajaran yang mandiri, banyak peserta didik yang tidak dapat dibantu oleh orang tuanya, karena orang tuanya sedang bekerja. 4.) Memperhatikan kondisi emosional peserta didik . 5.) Memilih alat yang tepat dan sesuai dengan pembelajaran.

Ada 6 cara bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran daring, yaitu yang pertama mempelajari tugas yang akan diberikan kepada peserta didik selama beberapa minggu mendatang. Yang kedua, yaitu mempertimbangkan umpan balik yang diberikan guru terhadap peserta didik. Yang ketiga, yaitu beralih ke pengalaman mengajar di dalam kelas dan mengajar secara daring. Yang keempat, memutuskan apa yang akan dilakukan menenai penilaian, khususnya ujian. Yang kelima, yaitu selalu mempertimbangkan semua materi yang akan diberikan. Yang keenam, yaitu komuniaksikan dengan baik dengan peserta didik tentang pembelajaran dari beberapa minggu kedepan, tentang apa yang harus peserta didik lakukan dan persiapkan. Melakukan komunikasi dua arah, dengan menggunakan beberapa platform yan ada, seperti Video Call, Google Meet, Zoom, dll (Miller, 2020).

Simpulan

Pemerintah melakukan kebijakan untuk belajar dirumah melalui pembelajaran daring dalam upaya memperlambat penyebaran COVID-19. Berbagai platform telah digunakan dalam pembelajaran daring selama pandemi COVID-19 ini. Namun, pelaksanaan pembelajaran daring memiliki banyak hambatan dan kendala, yaitu keterbatasan jaringan, kurangnya pelatihan, kurangnya kesadaran, serta kurangnya minat peserta didik. Pembelajaran daring yang dilaksanakan sejumlah daerah di Indonesia ini tidak berjalan optimal, terutama di daerah pelosok atau pedalaman karena teknologi dan jaringan internet yang masih terbatas. Selain itu, kendala yang lainnya yaitu sebagian sekolah dan guru hanya memberi tugas secara beruntun, tidak menjelaskan materi secara mendalam.

Guru menjadi penentu utama keberhasilan proses pembelajaran daring, maka dari itu guru harus terus memperkaya kompetensi, keterampilan dan terus belajar. Pihak sekolah juga perlu mengevaluasi pembelajaran daring tersebut agar tujuan pembelajarannya dapat tercapai secara optimal. Guru tidak boleh semata-mata hanya memberikan tugas, tetapi harus memperhitungkan proses pembelajaran secara matang. Guru juga harus mengapresiasi capaian peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Hal lain yang sangat penting dalam menghadapi pembelajaran daring kedepannya adalah pemerintah perlu menyediakan kurikulum yang feksibel dan siap untuk menghadapi pandemi yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang.

Baca Juga : Dampak Covid-19 Bagi Pendidikan di Indonesia

Referensi

Aji, R. H. S. (2020). Dampak Covid-19 pada Pendidikan di Indonesia: Sekolah,Keterampilan,

dan Proses Pembelajaran. Salam: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i.(7), 5, 395-402.

Wahyono, P., Husamah, H., & Budi, A. S. (2020). Guru profesional di masa pandemi

COVID-19: Review implementasi, tantangan, dan solusi pembelajaran daring. Jurnal

pendidikan profesi guru, 1(1), 51-65.

Dewi, W. A. F. (2020). Dampak Covid-19 terhadap implementasi pembelajaran daring di

Sekolah Dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 55-61.

Setyorini, I. (2020). Pandemi COVID-19 dan Online Learning: Apakah Berpengaruh

Terhadap Proses Pembelajaran Pada Kurikulum 13?. Journal of Industrial

Engineering & Management Research, 1(1), 95-102.

Purwanto, A., Pramono, R., Asbari, M., Hyun, C. C., Wijayanti, L. M., & Putri, R. S. (2020).

Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online

di Sekolah Dasar. EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and

Counseling, 2(1), 1-12.

Mastur, M., Afifulloh, M., & Dina, L. N. A. B. (2020). UPAYA GURU DALAM

MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI

COVID-19. JPMI: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 2(3), 72-81.

Kusumadewi, R. F., Yustiana, S., & Nasihah, K. (2020). Menumbuhkan Kemandirian Siswa

Selama Pembelajaran Daring Sebagai Dampak Covid-19 Di Sd. Jurnal Riset

Pendidikan Dasar (JRPD), 1(1).

Darmadi, H. (2016). Tugas, Peran, Kompetensi, dan Tanggung Jawab Menjadi Guru

Profesional. Edukasi: Jurnal Pendidikan, 13(2), 161-174.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005. Tentang Guru dan Dosen.

Jakarta: PB PGRI, 2006.

Kuntarto, E. (2017). “Keefektifan Model Pembelajaran Daring dalam Perkuliahan Bahasa

Indonesia di Perguruan Tinggi”. Journal Indonesian Language Education and

Literature. 3, (1), 99-110.


Pratiwi Nurul Safaati

Pratiwi Nurul Safaati

Selasa, 18 Mei 2021

ARTIKEL TERKAIT

Magang lebih mudah dan bisa dilakukan dari mana saja dengan Program Magang Online Gamelab. Magang Bersertifikat, plus Pelatihan!

DAFTAR MAGANG

ARTIKEL POPULER

KATEGORI