BERITA DESAINER GRAFIS Menjadi Seorang Designer Grafis dengan Software Seadanya

Menjadi Seorang Designer Grafis dengan Software Seadanya


Menjadi Seorang Designer Grafis dengan  Software Seadanya

Designer grafis adalah sebuah profesi yang terbilang cukup luas dan terbagi dalam beberapa job desk, seringkali menjadi perbebadatan adalah untuk menjadi seorang designer grafis harus menguasai software seperti Adobe illustrator, photoshop, corel draw ata

Aktivitas di kantor membosankan?
Karyawan engangement kurang?
GAMIFIKASI-IN aja!

Ciptakan lingkungan belajar yang lebih MENYENANGKAN dengan GAME-BASED LEARNING!

Daftar Isi Artikel

Sebelum menuju topik utama izinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu,

Nama saya Rozak Lintang dan saya seorang mahasiswa Desain komunikasi Visual semester 6 dari salah satu kampus di Surabaya.

Software Desain Grafis Smartphone atau Komputer ?  

Pada kesempatan kali ini saya membahas topik yang sering menjadi perdebatan terutama untuk para pemula yang baru terjun di dunia kreatif desain grafis, banyak statement mengatakan menjadi seorang designer grafis itu harus atau bahkan wajib menguasai software design kelas professional seperti AI, Corel draw, photoshop.

Setelah adanya perdebatan seperti itu muncul pertanyaan,

 “apakah menjadi seorang designer grafis dengan bermodal software dan device seadanya apakah tidak bisa ?”

Tentu saya akan menjawab “bisa” ketika mendapatkan pertanyaan seperti itu.

bagaimana bisa seperti itu ?

Jika kita buka lebih luas lagi pandangan kita terhadap dunia kreatif kita pasti bisa melihat yang namanya peluang, nah kemudian didalam sebuah peluang ini ada sangat banyak kemungkinan yang bisa kita jadikan sebuah garis start untuk memulai apapun yang kita inginkan dan terlepas dari keharusan menguasai software khusus untuk membuatnya.

Minimnya aset pendukung bukan berarti tidak bisa memulai, di era sekarang teknologi sangat mendukung kegiatan manusia contohnya smartphone.

Software grafis yang mendukung smartphone juga sudah sangat banyak tersedia dan gratis, dengan memanfaatkan peluang kecil seperti itu bisa menjadi garis start untuk berkembang lebih jauh.

Tentu software design grafis untuk smartphone dan Komputer mempunyai perbedaan,

Contohnya dari efisiensi mungkin software grafis untuk smartphone sedikit lebih efisien karena aset yang disediakan oleh software terebut cukup banyak tanpa perlu mencari terlebih dahulu di website gratif seperti freepik dll, hanya saja tidak bisa dipungkiri kalau software smartphone tidak bisa menjadi software utama yang menggantikan software grafis komputer baik di perusahaan ataupun industri kratif menegah lainnya.

 Banyaknya keterbatasan dalam membuat desain tertentu yang membuat software grafis untuk smartphone tidak bisa menggeser software grafis komputer, jika sebuah software grafis smartphone digunakan sebagai pijakan awal dalam mempelajari keilmuan desain grafis sebelum lanjut kedalam hal yang lebih rumit adalah pilihan yang bagus.

Dalam mempelajari suatu ilmu yang diperlukan pertama kali adalah mengambil garis start, jika didalam diri anda masih penuh dengan keraguan karena keterbatasan aset pendukung yang anda punya maka besar kemungkinan untuk mendalami lebih jauh lagi akan sulit.

Keinginan yang besar untuk berkembang dalam diri anda akan membuat semua proses akan menjadi sangat menyenangkan dan penuh dengan hal baru yang akan anda dapatkan.

Semua software mempunyai kelebihan dan kekurangan, bahkan jika anda bisa mengolah apa yang sudah tersedia di dalam sebuah keterbatasan software tersebut dan menjadikannya sebuah karya bagus maka anda juga bisa memperjual belikan karya tersebut di market place yang sesuai.

Sense of Art

Didalam keilmuan seni ada istilah yang biasa kita sebut “Sense of Art” bisa kita sebut kepekaan kita terhadap sebuah maha karya,

Jika anda bisa mengembangkan sense of art dalam diiri anda walaupun hanya menggunakan software seadanya maka anda akan bisa menciptakan sebuah karya yang bagus, mengingat sense of art akan terus bisa berkembang seiring seberapa besar dan seberapa jauh anda mempelajari keilmuan seni tersebut.

Bisa saya katakan 1 tahun pertama anda belajar dan kemudian pada tahun ke 2 anda bisa melihat perbedaan dari karya anda bukan hanya dari kemampuan software saja melainkan dari cara kita menilai sebuah maha karya tersebut juga berbeda.

Dari pengalaman saya selama 6 semester mempelajari keilmuan desain yang mana diawal saya mempelajari ilmu tersebut saya hanya bisa sekedar bisa menilai bagus dan tidaknya sebuah karya, akan tetapi sekarang saya bisa jauh lebih mamahami sebuah karya mulai dari hal yang paling kecil hingga yang paling rumit.

Ketika sense of art di dalam dirimu akan terus berkembang maka selera desain anda juga berubah, mugkin yang berawal dengan menyukai desain yang rame berubah menjadi lebih menyukai dengan desain yang simple tapi enak untuk dilihat.

 

Kesimpulan.

Didalam mempelajari sesuatu keterbatasan bukanlah sebuah halangan, melainkan tantangan bagaimana cara anda untuk bisa terus berkembang dengan keadaan terbatas.

Sebuah peluang akan terus tetap terbuka dan tidak akan pernah hilang. hal paling awal wajib anda ambil adalah garis start, jika anda tidak berani atau takut mengambil start tersebut maka selamanya anda tidak akan bisa berkembang.


Rozak Lintang Martono

Rozak Lintang Martono

Jumat, 20 Agustus 2021