BERITA WEB PROGRAMMING 3 Front-End Framework Terpopuler Untuk Pengembangan Web

3 Front-End Framework Terpopuler Untuk Pengembangan Web

3 Front-End Framework Terpopuler Untuk Pengembangan Web

Pembahasan tentang 3 Front-End Framework yaitu Vue.js, React.js, dan Angular.

Ciptakan lingkungan belajar yang lebih MENYENANGKAN dengan GAME-BASED LEARNING!

Yuk, belajar di GAMELAB ACADEMY, belajar kapan saja, di mana saja. Kurikulum berbasis industri. Dapatkan SERTIFIKAT ketika kamu sudah selesai!

Daftar Isi Artikel

Pengenalan singkat Front-End Framework

Dalam pengembangan web terdapat proses-proses penting baik dari sisi tampilan atau alur sistem. Salah satunya front-end developer yang meng-handle UI (User Interface) dan UX (User Experience). Front-end developer memiliki tujuan memberikan pengalaman terbaik kepada pengguna dengan tampilan web yang user friendly.

Dalam prosesnya, developer menggunakan front-end framework agar lebih cepat dalam pengerjaan dan lebih profesional dalam konsistensi, struktur, maupun maintenance. Front-end framework mengatur komponen web (button, navigasi, sidebar), tipografi, tata letak, DOM (Document Object Model) dan komponen web lainnya.

Dalam perkembangan teknologi sekarang khususnya teknologi pengembangan web, sudah banyak front-end framework yang tersedia di internet. Menurut survey dari GitHub, front-end framework dengan rating bintang paling tinggi yaitu Vue.js, diikuti oleh React.js pada posisi ke-2, Angular posisi ke-3.

Apa alasan para developer memilih salah satu dari ketiga front-end framework tersebut? Mari simak penjelasan lebih lanjut dari ketiga front-end framework.

Vue.js

Tahun 2014 Evan You, mantan insinyur Google dan juga salah satu pembuat Angular merilis Vue.js dengan arsitektur kerangka kerja MVVM (Model View View Model). Evan You mengkombinasikan fitur View Layer Angular dengan Virtual DOM React.js. Vue.js cocok untuk membangun aplikasi web, mobile, dan PWA (Progressive Web App). Perusahaan yang menerapkan Vue.js : Xiaomi, 9GAG, Reuters.

Vue.js

Fitur Utama Vue.js

  • Virtual DOM : fitur tiruan seperti real DOM.
  • Two Way Data Binding : hubungan pengkodean Javascript dan tampilan HTML yang saling mempengaruhi.
  • Vue.js CLI, dokumentasi lengkap, dan dukungan komunitas.

Kelebihan Vue.js

  • Virtual DOM dan Two Way Data Binding.
  • Mendukung Javascript dan Typescript.
  • Mudah digunakan karena fleksibel dan perancangan kerja sederhana.

Kekurangan Vue.js

  • Banyak dokumentasi bahasa mandarin yang menghambat pengembang dari luar Tiongkok.
  • Masih dalam pertumbuhan dan belum stabil dibanding framework lain.

Tips

  • (+) Efektif dalam pembuatan proyek kecil.
  • (-) Kurang sesuai dengan pengembangan proyek skala besar.

React.js

React.js dirilis oleh Facebook (Meta) tahun 2013 yang merupakan library berbasis Javascript yang open source. React.js memudahkan dalam proses maintenance karena penambahan fitur pada aplikasi. Mempunyai fitur Virtual DOM, dan kinerja platform yang stabil baik saat trafik tinggi. Perusahaan yang menerapkan React.js : Facebook, Netflix.

React.jsFitur Utama React.js

  • Virtual DOM yang berguna bagi pengembang dalam perubahan kode.
  • Mempopulerkan konsep one-way data binding, declarative programming, immutable state.

Kelebihan React.js

  • Reusable komponen dan bisa mengembangkan aplikasi desktop, web, mobile, smart TV.
  • Banyak tools pengembang dengan berbagai fitur.

Kekurangan React.js

  • Konsep JSX yang rumit.
  • Perkembangan dokumentasi berubah-ubah.

Tips

  • (+) Pengembangan aplikasi interaktif yang kompleks dan reusable.
  • (-) kurang cocok bagi pemula dan aplikasi sederhana.
Baca Juga : Mengenal Profesi Game Developer: Definisi, Tugas, Skill, dan Prospek Kerjanya

Angular

Angular dirilis resmi oleh Google tahun 2016 dengan bahasa Typescript yang bersifat open source. Angular menggunakan konsep MVC (Model View Controller).  Angular berfokus pada stabilitas pengembangan aplikasi perusahaan dan cocok dengan pengembangan web, mobile, PWA. Perusahaan yang menerapkan Angular : BMW, Gmail, Forbes.

AngularFitur Utama Angular

  • Fitur Directive yang mengatur DOM.
  • Pengelolaan pengujian dan reusable.

Kelebihan Angular

  • Two Way Data Binding dan Hierarchical Injections dalam pengelolaan kode, komponen yang reusable.
  • Dukungan resmi Google dan komunitas yang luas.

Kekurangan Angular

  • Fitur dan fungsionalitas kompleks, rumit untuk pemula.
  • SEO terbatas dan struktur aplikasi berpengaruh pada kinerja.

Tips

  • (+) Cocok untuk aplikasi kompleks skala besar.
  • (-) Kurang cocok untuk aplikasi ringan dan sederhana, kurang SEO friendly.

Setelah memahami penjelasan tentang 3 framework diatas, diharapkan rekan-rekan khususnya front-end developer mendapatkan pengetahuan baru yang bermanfaat seperti menerapkan penggunaan front-end framework sesuai situasi dan kondisi pada tugas/proyek yang sedang dikerjakan. Terima kasih.


Referensi :

https://towardsdatascience.com/top-10-in-demand-web-development-frameworks-in-2021-8a5b668be0d6 

https://technostacks.com/blog/best-frontend-frameworks/ 

https://www.monocubed.com/best-front-end-frameworks/ 


Zaenal Romadhona Prihanto

Zaenal Romadhona Prihanto

Rabu, 22 Desember 2021

ARTIKEL TERKAIT

Magang lebih mudah dan bisa dilakukan dari mana saja dengan Program Magang Online Gamelab. Magang Bersertifikat, plus Pelatihan!

DAFTAR MAGANG

ARTIKEL POPULER

KATEGORI