BERITA PERGURUAN TINGGI Perbedaan Vokasi dan Sarjana, Kamu Sudah Tahu?

Perbedaan Vokasi dan Sarjana, Kamu Sudah Tahu?

Oleh Ayu Larasati | Rabu, 11 Mei 2022

Perbedaan Vokasi dan Sarjana, Kamu Sudah Tahu?

Ingin melanjutkan kuliah tapi masih bingung memilih antara vokasi atau sarjana? Yuk kenali perbedaan vokasi dan sarjana terlebih dahulu sebelum menentukan pilihan!

Yuk, ikuti program inovatif MAGANG ONLINE untuk berbagai bidang seperti animasi, coding, 3D, illustrasi, musik dan bisnis hanya di GAMELAB.ID!

Yuk, belajar di GAMELAB ACADEMY, belajar kapan saja, di mana saja. Kurikulum berbasis industri. Dapatkan SERTIFIKAT ketika kamu sudah selesai!

Daftar Isi Artikel

Untukmu yang baru lulus SMA atau SMK dan ingin melanjutkan kuliah, tentu perlu menentukan jurusan kuliah yang sesuai dengan minat dan bakat. Di perguruan tinggi, setidaknya terdapat dua pilihan yang bisa kamu ambil: vokasi dan sarjana.

Sebelum kamu memutuskan pilihan, perlu kamu tahu terlebih dahulu: apa itu vokasi? Lalu, apa perbedaannya dengan pendidikan akademik? Mana yang seharusnya dipilih? Yuk simak artikel ini selengkapnya agar tahu!

Pengertian Pendidikan Vokasi dan Sarjana

Gambar: Pexels

Pendidikan Vokasi

Vokasi adalah pendidikan tinggi yang lebih fokus pada praktik kerja yang bisa meningkatkan dan menunjang keahlian dalam bidang studi tertentu. Di pendidikan vokasi, porsi keterampilan teknis lebih banyak dipelajari di program ini. Umumnya, program vokasi memiliki tujuan untuk mempersiapkan alumninya menjadi tenaga siap kerja dan bisa bersaing di bidangnya.

Berikut beberapa jenjang pendidikan tinggi vokasi:

Program Vokasi D1

Program Diploma 1 (D1) mempunyai masa studi satu tahun atau dua semester dengan beban studi sebanyak 32 SKS. Alumni Pendidikan vokasi D1 mendapatkan gelar Ahli Pratama (A.P). Misalnya, jika kamu lulus dan mendapat gelar Ahli Pratama Komputer maka akan memperoleh gelar A.P.Kom.

Program Vokasi D2

Program Diploma 2 mempunyai masa studi dua tahun atau empat semester.  Beban studi untuk D2 sebesar 64 SKS. Orang yang sudah lulus dari pendidikan vokasi D2 bergelar Ahli Muda atau A.Ma. Misal, jika kamu lulus dan bergelar Ahli Muda Pendidikan, maka akan bergelar A.Ma.Pd.

Program Vokasi D3

Program Diploma 3 mempunyai masa studi tiga tahun atau enam semester. Beban studi untuk D3 sebesar 112 SKS. Jika kamu merupakan alumni pendidikan vokasi D3, maka akan mendapatkan gelar Ahli Madya (A.Md.). Misal, jika kamu lulus dari D3 Akuntansi, maka akan mendapatkan gelar A.Md.Akun.

Program Vokasi D4

Seperti program S1, program Diploma 4 mempunyai masa studi selama empat tahun atau delapan semester. Beban studi untuk D4 adalah sebesar 144 SKS. Kamu yang lulus dari pendidikan D4 akan mendapatkan gelar Sarjana Terapan (S.Ter.). Misal kamu lulus sebagai Sarjana Terapan Teknik, maka akan mendapat gelar S.Tr.T.

Pendidikan Akademik/Sarjana

Pendidikan sarjana cocok diambil oleh peminat ilmu pengetahuan, seni, dan teknologi. Pendidikan lebih fokus pada teori keilmuan sesuai dengan jurusan dan program studi yang diminati.

Berikut beberapa jenjang pendidikan akademik:

Program Sarjana S1

Program ini mempunyai masa studi selama empat tahun atau delapan semester. Beban studi berkisar antara 144 hingga 160 SKS. Alumni pendidikan akademik S1 mendapatkan gelar Sarjana diikuti dengan inisial program studi yang diambil. Misalnya, Sarjana Teknik (S.T.).

Program Magister S2

Masa studi program Magister adalah empat semester atau dua tahun dengan beban studi sebanyak 36 SKS. Orang yang sudah menyelesaikan pendidikan Magister mendapat gelar Magister diikuti dengan inisial program studinya. Misal, Magister Teknologi Informasi (M.TI.).

Program Doktor S3

Program Doktoral mempunyai masa studi 3,5 sampai 5 tahun (enam hingga empat belas semester). Masa studi dan beban SKS pada program ini berbeda-beda di setiap universitas. Alumni pendidikan akademik pada jenjang ini bergelar Doktor dan ditulis di depan nama. Misal, Doktor Psikologi (Dr.(Psi.)).

Baca Juga : Kerjasama Magang Siswa SMK Negeri 1 Tapen dan Gamelab Indonesia

Perbedaan Vokasi dan Sarjana

Selain jenjang pendidikan, berikut beberapa perbedaan signifikan dari vokasi dan sarjana.

Tujuan Pendidikan

Perbedaan vokasi dan sarjana tergambar pada tujuan pendidikannya masing-masing. Pada pendidikan vokasi, kamu akan dipersiapkan dan diajarkan untuk siap bekerja. Maka, kamu akan menemui banyak praktik di bidang studi yang kamu pilih. Tentu, dengan memilih pendidikan vokasi kamu akan bisa meningkatkan keahlian dan kemampuan agar siap kerja.

Sedangkan pendidikan sarjana, lebih menekankan penerapan disiplin ilmu. Sedangkan praktiknya, kamu bisa mempelajarinya saat magang.

Kurikulum Pendidikan

Salah satu hal yang mendasar mengenai perbedaan vokasi dan sarjana adalah perbedaan kurikulum. Ditinjau dari kurikulum, kamu bisa mengestimasi mana pendidikan yang paling cocok untukmu.

Perbedaan vokasi dan sarjana dapat dilihat dengan jelas melalui komposisi kurikulumnya. Secara umum, vokasi mempunyai kurikulum akademik dengan komposisi 60% praktik dan 40% teori. Sedangkan pendidikan sarjana terdiri dari 60% teori dan 40% praktik.

Jangka Waktu Pendidikan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, perbedaan jenjang pendidikan antara vokasi dan sarjana juga mengakibatkan adanya perbedaan jangka waktu pendidikan. Untuk vokasi, memiliki jangka waktu pendidikan antara satu hingga empat tahun tergantung jenjang waktu yang dipilih.

Sedangkan untuk sarjana, paling cepat menghabiskan 3,5 tahun untuk S1, 1-2 tahun untuk Magister/S2, dan S3 bervariasi. Tidak hanya itu, beberapa program sarjana juga mempunyai program profesi seperti psikologi, farmasi, dan lain-lain.

Prospek Kerja

Dalam mengambil jurusan kuliah, tentu kamu harus mempertimbangkan prospek kerja. Perbedaan vokasi dan sarjana dalam hal prospek kerja tentu berbeda, karena kurikulum yang dijalankan juga berbeda.

Dilihat dari kurikulumnya, pendidikan vokasi menekankan pada ilmu praktik. Jadi, kamu bisa lebih siap dalam menghadapi dunia kerja. Maka, bisa dibilang, prospek kerjanya juga sangat luas. Khususnya, untuk bidang pekerjaan yang memerlukan keahlian dan kemampuan.

Sedangkan untuk pendidikan akademik sarjana, prospek karir lebih besar jika dibandingkan dengan prospek kerja. Mengingat lulusan sarjana mempunyai banyak peluang menjadi seorang konseptor di sebuah bidang, khususnya untuk yang masih berhubungan dengan ilmu studi dan teori perkuliahan.

Itu dia perbedaan vokasi dan sarjana yang perlu kamu perhatikan sebelum menentukan pendidikan yang akan kamu jalani nanti. Keduanya tentu mempunyai keuntungan dan kelebihan masing-masing yang bisa kamu sesuaikan dengan bakat, minat, dan berbagai faktor lainnya.

Bagi kamu yang ingin siap kerja lebih cepat, kamu bisa memilih pendidikan vokasi. Lebih mantap jika ditambah dengan optimasi skill bersama Gamelab Indonesia.

Di Gamelab, kamu bisa memilih program unggulan sesuai kebutuhan. Mulai dari magang online, kelas industri, hingga akademi belajar.  Yuk optimasi skill digital-mu bersama Gamelab sekarang juga!

 

 


Referensi:

https://siva.kemenperin.go.id/front/news/perbedaan-vokasi-dan-sarjana-mana-yang-lebih-unggul 

https://edukasi.kompas.com/read/2022/02/18/060700171/perbedaan-vokasi-dan-sarjana-calon-mahasiswa-sudah-paham-?page=all 

 


Ayu Larasati

Ayu Larasati

Rabu, 11 Mei 2022

ARTIKEL TERKAIT

Magang lebih mudah dan bisa dilakukan dari mana saja dengan Program Magang Online Gamelab. Magang Bersertifikat, plus Pelatihan!

DAFTAR MAGANG

ARTIKEL POPULER

KATEGORI