BERITA 3D MODELLING Texturing dengan Shading/Node Editor

Texturing dengan Shading/Node Editor


Texturing dengan Shading/Node Editor

Dalam artikel ini, kita akan membahas hal-hal dasar untuk pengerjaan Node editing. Artikel ini tak akan membahas tutorial yang terlalu maju/rumit, hanya membahas node yang mudah dipahami & fungsi-fungsinya, dan pembahasan berikut menggunakan Blender vers

Yuk, belajar di GAMELAB ACADEMY harga lebih murah, bisa belajar kapan saja dan di mana saja. Kelas ditulis oleh professional dari industri berkolaborasi dengan praktisi pendidikan. Dapatkan SERTIFIKAT ketika kamu sudah selesai!

Aktivitas di kantor membosankan?
Karyawan engangement kurang?
GAMIFIKASI-IN aja!

Untuk para seniman 3D dengan Blender sudah akrab dengan Texturing lewat Material Properties, dan texturing gambar menggunakan UV unwrap. Kebanyakan pun sudah ahli menggunakan UV Mapping. Tapi akan ada saat untuk membuat tekstur yang berulang, memiliki kondisi acak dalam sebarannya, dan kondisi sepert itu tidak bisa mengandalkan UV Mapping. Di situlah peran Node editing diperlukan. Dalam artikel ini, kita akan membahas hal-hal dasar untuk pengerjaan Node editing.

Artikel ini tak akan membahas tutorial yang terlalu maju/rumit, hanya membahas node yang mudah dipahami & fungsi-fungsinya, dan pembahasan berikut menggunakan Blender versi 2.9x.

Untuk mengerjakan node editing, buka tab "Shading", dan tampilan default ruang kerjanya adalah MATERIAL OUTPUT; ujung untuk menunjukan hasil penteksturannya. Ada hal penting yang harus diingat untuk mengerjakan node:

  • Plug hijau pasangannya terbatas, yang selalu pasti dipasangkan ke sesama plug hijau
  • Plug yang bertolakan akan ditandai dengan kabel merah dan objek menjadi pink keseluruhan
  • Plug biru untuk mengatur koordinat tekstur
  • Displacement untuk membuat efek timbul pada tekstur

Sebelum mulai mengerjakan node, sangat disarankan untuk memastikan Node Wrangler diaktifkan terlebih dahulu, itu untuk memudahkan memberi koordinat pada tekstur. Cara mengaktifkannya adalah dengan:

  1. Klik "Edit"
  2. Pilih "Preferences..."
  3. Klik kolom searchbar (yang bertanda kaca pembesar) untuk mempercepat pencarian
  4. Ketik "node wrangler"
  5. Klik checklist di kirinya (jika belum aktif)

Setelah urusan persiapan sudah diatasi, kita bisa lanjut membahas Node. Pertama: Principled BSDF, seperti yang sudah terlihat di atas, default texture, bisa langsung dilihat saat mengaktifkan tekstur dari Material Properties. Fokus utamanya adalah satu warna, mengatur kehalusan/kekasaran permukaan, efek logam dan mengkilap.

Glass Shader: memberi efek kaca untuk objek, direkomendasikan untuk digabungkan dengan Transparent (sepenuhnya transparan, tanpa ketahuan sudut-sudut objek) atau Transluscent (transparan tapi masih menunjukan sedikit bayangan & sudut-sudutnya) agar efeknya lebih muncul. Sebelum menggunakan shader-shader ini, buka setting dahulu/tekan keyboard "N" dan ubah Blend & Shadow Mode dari OPAQUE menjadi ALPHA (yang manapun) agar bisa ketahuan kondisi transparannya.

Mix Shader: menggabungkan beberapa shader agar efeknya bercampur. Penempatan shader atas dan bawah berpengaruh pada hasil output-nya, yang atas akan lebih menonjolkan efeknya sementara yang bawah hanya "semacam selipan" efek pada shader atas.

Sekarang beralih untuk node Texture

Brick Texture: memberi tampak tembok bata pada objek. Untuk koordinat tidak bisa diatur dengan sendirinya, disinilah peran Node Wrangler muncul, dengan klik node texture-nya dan tekan Ctrl+T.

Kadang setiap tekstur, koordinat yang sesuai tidak selalu sama dengan tekstur lain, maka pilihan koorsinatnya kadang harus diubah lagi. Untuk contoh berikut, agar rata ke semua permukaan, koordinatnya diubah ke UV.

Scale mengatur jumlah & ukuran bata pada permukaan, dan pilihan 3 warnanya, 2 tipe bata & bahan semennya bisa disambungkan dengan node texture lain.

Checker Texture: memberikan efek papan catur untuk permukaan, warna juga bisa digabungkan dengan node texture lain, dan scale untuk ukuran & jumlahnya.

Magic Texture: memberi efek warna-warni bergelombang tetesan air pada permukaan. Jumlah & ukuran diatur dari Scale, Distortion mengatur campuran warnanya, dan Depth mengatur gelombang tetesannya.

Musgrave Texture: membuat efek bercak-bercak pada permukaan, bisa dipakai untuk membuat awan atau pola Rorschach

Voronoi Texture: membuat efek seperti susunan batu tembok atau kaca patri, biasanya digunakan sebagai basis pola untuk tekstur lain atau warna lain, biasanya disambunkan Factor untuk MixRGB

Pengaturan-Pengaturan node ini juga bisa diubah lagi agar mendapat jenis pola yang berbeda lagi, bahkan bisa membuat pola loreng tentara.

Screenshot (945)Noise Texture: membuat pola kabut atau asap, lebih cocok untuk efek awan. Sama seperti Voronoi, bisa digabungkan MixRGB

Screenshot (948) Wave Texture: memberi pola garis-garis pada permukaan objek, bisa dibuat gelombang dari distorsinya.

Screenshot (949)Bias/pecahan/gradasi juga bisa diatur lewat Detail.

Sekian beberapa node yang akan penting digunakan, mudah digunakan dan dipahami. Ada banyak lagi node yang bisa digunakan untuk hal lain, seperti Math, Value, Bump, Curve, Coordinates yang lainnya, tapi itu terlalu rumit untuk dibahas dalam artikel ini. Namun ada tutorial untuk penggunaannya di YouTube seperti penjelasan oleh Sam Bowman dan CGMatter

Masih banyak lagi kegunaan node-node dalam blender, dan ada kalanya node-node gabungan yang sudah dibuat akan terlalu sulit untuk dinavigasikan, maka terdapat fungsi untuk membentuk Group Node dari cabang-cabang tersebut agar lebih ringkas, dan berikut tata caranya berdasarkan Royal Skies LLC:

Sekian untuk pembahasan Shader/Node Editing yang ringkas dan singkat. Untuk Penjelasan yang lebih rinci, terdapat tutorial dari Grant Abbitt di YouTube untuk detailnya dalam 2 video

Selamat berkreasi!


Bawono Satrio Adi

Bawono Satrio Adi

Minggu, 25 April 2021