BERITA INSPIRASI Berani Berubah atau Punah: Kisah Transformasi Digital SMKS Krian 2 Sidoarjo di Tangan Pemimpin Visioner

Berani Berubah atau Punah: Kisah Transformasi Digital SMKS Krian 2 Sidoarjo di Tangan Pemimpin Visioner

Oleh Adit Berta Gloriana | Rabu, 18 Februari 2026

Berani Berubah atau Punah: Kisah Transformasi Digital SMKS Krian 2 Sidoarjo di Tangan Pemimpin Visioner

Sesuatu yang tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri. Jadi, pilihannya cuma dua: Berubah atau Punah.", Bapak Indra Wahyu Suliswanto, M.Pd.

Ciptakan lingkungan belajar yang lebih MENYENANGKAN dengan GAME-BASED LEARNING!

Aktivitas di kantor membosankan?
Karyawan engangement kurang?
GAMIFIKASI-IN aja!

Daftar Isi Artikel

Bagi sebagian orang, teknologi mungkin dianggap beban. Namun bagi Bapak Indra Wahyu Suliswanto, M.Pd., Kepala SMKS Krian 2 Sidoarjo, digitalisasi adalah keharusan. Pilihannya hanya dua, adaptasi atau tertinggal.

Bukan Sekedar Alat, Namun Isi Kepala

Pak Indra paham betul jika membeli perangkat canggih adalah hal yang mudah, tantangannya ada pada mengubah mindset. Itulah mengapa beliau menaruh atensi yang besar dengan manajemen perubahan.

"Tantangan terbesarnya ya mengubah pola pikir guru dan siswa," cerita beliau. Perlahan namun pasti, Pak Indra menggiring sekolah untuk bertransformasi total. Sekarang? Semuanya serba digital. Absensi, rencana belajar, hingga pembayaran sekolah sudah cashless. Tidak ada lagi cerita administrasi manual.

Keberhasilan ini tidak datang dalam waktu yang singkat, Pak Indra memulainya dengan membangun ekosistem digital yang komprehensif di seluruh aspek sekolah. Perpustakaan digital kini menjadi fasilitas yang memudahkan siswa mencari referensi tanpa terbatas ruang, sementara sistem monitoring terintegrasi memungkinkan para pengajar memantau aktivitas belajar anak secara real time. Lebih dari keterampilan teknis, digitalisasi juga membentuk karakter dan etika kerja digital siswa.

Menghapus Jarak dengan Dunia Kerja

"Digitalisasi ini kebutuhan yang nggak bisa kita hindari. Kita harus minimalisir gap antara sekolah dan industri supaya anak-anak mudah beradaptasi", tegasnya. Visi ini bukan hanya angan-angan. Buktinya, tahun 2021 lalu, beliau menyabet penghargaan "CEO SMKkategori Cakap Digital Terbaik se-Indonesia dari Ditjen Vokasi.

Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kepemimpinan visioner mampu membawa sekolah vokasi bersaing di level yang tinggi. Pak Indra percaya bahwa kurikulum harus bersifat dinamis dan selalu relevan dengan apa yang industri butuhkan. Dengan memangkas jarak antara sekolah dengan industri, siswa SMKS Krian 2 Sidoarjo dipersiapkan menjadi tenaga kerja yang terampil serta melek teknologi.

Gamelab adalah mitra "Satu Nafas"

Dalam berproses, Pak Indra merasa sejalan dengan Gamelab Indonesia. Menurut beliau, Gamelab memiliki semangat dan "nafas" yang sama soal digitalisasi. 

Melalui Kelas Industri Gamelab, Pak Indra merasa sangat terbantu. Beliau bisa memantau perkembangan kompetensi siswa secara fleksibel lewat laporan digital transparan. Bahkan beliau bisa memantau kemajuan kompetensi tiap siswa secara fleksibel dari mana saja.

Implementasi kurikulum industri yang Gamelab bawa memberikan nuansa baru dalam proses KBM. Pak Indra merasa kolaborasi ini memberikan jawaban atas tantangan sinkronisasi kurikulum yang selama ini sering menjadi kendala di banyak sekolah vokasi. Dengan standar industri yang diterapkan sejak sekarang, siswa tidak lagi merasa asing dengan alur kerja profesional yang sesungguhnya.

Lebih jauh lagi, kolaborasi ini membantu sekolah dalam menciptakan budaya belajar yang mandiri dan fleksibel. Pak Indra melihat bahwa pengerjaan tugas yang bisa diakses kapan saja sangat membantu siswa dalam mengatur ritme belajarnya sendiri, sementara sekolah tetap memegang kendali penuh melalui monitoring yang efektif. Sinergi ini membuktikan bahwa teknologi jika dikelola dengan tepat akan melahirkan efisiensi yang luar biasa.

Baca Juga : Kisah Alumni Prakerja: Makin Berani Berwirausaha Berkat Kelas Prakerja GAMELAB

Jangan Takut Berubah

Menutup  kisahnya, Pak Indra memberikan sebuah refleksi mendalam bagi para sejawatnya yang mungkin masih ragu untuk memulai langkah digitalisasi.

"Sesuatu yang tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri. Jadi, kita mau berubah atau punah?".

Beliau berpesan bahwa perubahan memang seringkali terasa tidak nyaman pada awalnya, namun hasil yang dituai, kesiapan masa depan para siswa, adalah sesuatu yang jauh lebih berharga daripada kenyamanan sesaat di zona lama. Kepemimpinan digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah tanggung jawab pemimpin pendidikan.

Melalui tangan Pak Indra, SMKS Krian 2 Sidoarjo membuktikan bahwa sekolah vokasi bisa jadi motor penggerak inidustri, asalkan berani bertransformasi. Kuncinya sederhana namun berani, Transformasi Tanpa Henti.

 


Adit Berta Gloriana

Adit Berta Gloriana

Rabu, 18 Februari 2026

ARTIKEL TERKAIT

Magang lebih mudah dan bisa dilakukan dari mana saja dengan Program Magang Online Gamelab. Magang Bersertifikat, plus Pelatihan!

DAFTAR MAGANG

ARTIKEL POPULER

KATEGORI