Tidak semua orang yang berbicara tentang pendidikan vokasi pernah merasakan menjadi siswa SMK.
Ir. Andi Taru NNW, S.Kom., M.Cs., justru memulai perjalanan dari titik itu. Beliau pernah duduk di bangku yang sama, mengenakan seragam yang sama, menghadapi tantangan yang sama, dan merasakan bagaimana sulitnya menjembatani dunia sekolah dengan dunia industri.
Pengalaman itulah yang kemudian membentuk cara pandangnya terhadap pendidikan vokasi.
Beliau percaya bahwa lulusan SMK tidak kekurangan semangat maupun potensi. Yang sering kali kurang adalah kesempatan untuk belajar menggunakan standar yang benar-benar dipakai oleh industri.
Dan keyakinan itu kemudian menjadi awal perjalanan panjangnya.
Berangkat dari Akar yang Sama
.png?1782475230973)
Sebagai alumni SMK, Bapak Andi memahami bahwa pendidikan vokasi memiliki misi yang berbeda dengan pendidikan akademik. SMK tidak hanya mencetak lulusan yang memahami teori, tetapi juga menyiapkan tenaga kerja yang mampu memberikan kontribusi sejak hari pertama mereka bekerja.
Namun di lapangan, tantangannya tidak sederhana.
Perkembangan teknologi berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan pembaruan kurikulum. Software berubah, tools berkembang, kebutuhan industri bergeser, sementara sekolah sering kali kesulitan mengikuti perubahan tersebut.
Kondisi inilah yang mendorong beliau untuk mencari solusi yang tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi benar-benar diwujudkan melalui praktik nyata.
Membangun Industri, Bukan Hanya Mengajarkan Industri
Perjalanan tersebut melahirkan Educa Studio, sebuah perusahaan teknologi yang mengembangkan gim edukasi, animasi, buku digital interaktif, dan berbagai produk pembelajaran berbasis teknologi.
Selama lebih dari satu dekade, Educa Studio berkembang menjadi salah satu perusahaan teknologi pendidikan terbesar di Indonesia.
Produk-produknya telah:
- diunduh lebih dari 50 juta kali,
- memiliki lebih dari 4 juta subscriber YouTube,
- dibaca jutaan pengguna melalui buku digital interaktif,
- bekerjasama dengan brand nasional dan global,
- serta digunakan oleh pengguna di lebih dari 128 negara.
Pencapaian tersebut bukan sekadar angka.
Di baliknya terdapat proses produksi nyata, mulai dari riset pasar, pengembangan perangkat lunak, desain, animasi, quality assurance, hingga distribusi produk digital ke pasar internasional.
Seluruh proses tersebut dijalankan menggunakan standar kerja yang sama seperti perusahaan teknologi modern.
Dari Industri Kembali ke Dunia Pendidikan

Kesuksesan membangun industri tidak membuat Bapak Andi berhenti. Justru muncul sebuah pertanyaan baru.
Bagaimana jika pengalaman membangun produk digital kelas dunia ini bisa dipelajari langsung oleh siswa SMK?
Dari pertanyaan sederhana itulah lahir Gamelab Indonesia.
Berbeda dengan lembaga pelatihan pada umumnya, Gamelab dibangun sebagai jembatan antara sekolah dan industri.
Yang dipindahkan bukan hanya materi pelajaran, tetapi juga budaya kerja, standar kualitas, alur produksi, penggunaan tools profesional, hingga pola berpikir yang digunakan oleh perusahaan teknologi.
Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar membuat sebuah proyek, tetapi juga memahami bagaimana sebuah produk digital dikembangkan hingga mampu bersaing di pasar global.
Transfer Standar Industri ke Ruang Kelas

Melalui kemitraan dengan sekolah dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, Gamelab menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan industri.
Program-program seperti pelatihan berbasis proyek, magang industri, sertifikasi kompetensi, hingga platform karier dirancang agar siswa memperoleh pengalaman yang relevan sebelum memasuki dunia kerja.
Bagi guru dan sekolah, Gamelab menjadi mitra dalam menghadirkan pembelajaran yang mengikuti perkembangan teknologi.
Bagi siswa, Gamelab menjadi tempat untuk mengembangkan kompetensi sekaligus membangun portofolio yang dapat dibuktikan.
Mempersiapkan Talenta Indonesia untuk Dunia
[Gambar yang kerjasama dengan MSIB di panggung]
Bapak Andi Taru percaya bahwa kualitas lulusan Indonesia mampu bersaing dengan negara mana pun. Yang dibutuhkan adalah akses terhadap pengalaman industri yang nyata. Karena itu, setiap program yang dikembangkan Gamelab berangkat dari satu prinsip sederhana:
Apa yang dipelajari siswa di sekolah harus relevan dengan apa yang dibutuhkan industri.
Ketika ruang kelas terhubung dengan dunia industri, lulusan tidak hanya siap bekerja. Mereka juga memiliki kesempatan untuk berkarya, berinovasi, dan menciptakan produk yang mampu bersaing di tingkat global.
Baca Juga : SMK Negeri Kebonagung Mengunjungi GAMELAB untuk Mengenal Dunia Industri dan Keterampilan yang Dibutuhkan
Mari Bersinergi Bersama Gamelab Indonesia

Perubahan pendidikan vokasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri.
Gamelab Indonesia hadir sebagai mitra untuk mempertemukan seluruh ekosistem tersebut melalui pelatihan, magang, sertifikasi kompetensi, dan platform karier berbasis teknologi.
Mari bersama-sama membangun ruang kelas yang lebih dekat dengan dunia industri, agar lulusan Indonesia tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menciptakan masa depan.