Mengemban amanah baru sebagai peneraju SMK Bhakti Nusantara Sumedang pada awal tahun ajaran 2024/2025, bukanlah perjalan yang mulus bagi Bapak M. Irfan Nur'arif, S.E., MM. Di depan mata, ada pekerjaan rumah yang menuntut penyelesaian secepatnya, pamor jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) yang sedang meredup. Saat itu, jurusan RPL seolah berjalan di tempat, tertinggal oleh jurusan lain yang juga berada di atap gedung yang sama. Tidak hanya itu, RPL di sekolah juga harus tertatih-tatih bersaing dengan RPL di sekolah lain. Akar masalahnya sangat mendasar, yakni sulitnya menemukan mitra industri yang benar-benar relevan untuk menjembati kebutuhan kompetensi siswa.
Tantangan ini semakin nyata ketika melihat realitas yang dihadapi para guru di ruang kelas. Mengakui kekurangan adalah langkah pertama untuk menuju kemajuan. Dengan bijaksananya, Pak Irfan menyadari bahwa para tenaga pendidik masih sangat awam terhadap ekosistem digital. "Tentu ini sangat tidak selaras dengan kebijakan pemerintah serta kebutuhan dari perkembangan zaman. Pada saat itu, kami merasa cukup tertinggal," ucap Pak Irfan.
Baca Juga : Kisah Pendiri Gamelab, Dari Bangku SMK Menembus Pasar Global
Titik Terang dan Langkah Transformasi
Namun, alih-alih pasrah pada keadaan, sekolah memilih untuk mendobrak zona nyaman dan secara proaktif mencari jalan keluar. Upaya keras untuk mengejar ketertinggalan tersebut akhirnya menemukan titik terang. "Alhamdulillah, kami ada kesempatan untuk silaturahmi dengan Gamelab, sehingga ada program yang kami rasa bisa memberikan pendampingan terbaik sesuai dengan kebutuhan sekolah." ungkap beliau.




Keberanian untuk bertransformasi ini diwujudkan secara nyata pada awal tahun ajaran 2025/2026, dimana SMK Bhakti Nusantara Sumedang dengan mantap meluncurkan program Kelas Industri Gamelab Indonesia.
Kerja keras pihak sekolah berbuah manis. Pendampingan dari Gamelab, mulai dari kualitas materi, pelayanan hingga eksekusi teknis berjalan sangat selaras dengan komitmen di awal program. Dampak paling membanggakan justru terlihat pada perubahan budaya kerja para tenaga pendidik. Alat bantu dan metode yang diajarkan oleh industri perlaham mengikis kecanggungan mereka terhadap teknologi. "Alhamdulillah, ilmu yang didapatkan oleh guru produktif kami dari Gamelab ini dapat ditularkan ke guru pembelajaran normatif kami.", jelas Pak Irfan. Efek domino ini membuktikan bahwa sekolah berhasil mengimplementasikan digitalisasi dalam proses belajar secara menyeluruh, sejalan dengan visi pendidikan vokasi pemerintah.
Keberhasilan SMK Bhakti Nusantara Sumedang keluar dari bayang-bayang ketertinggalan adalah bukti bahwa kemauan keras untuk berkembang selalu menemukan jalannya. Menutup kisah transformasinya, Pak Irfan menitipkan pesan inspiratif bagi rekan-rekan pimpinan sekolah lainnya:
Bagi rekan-rekan Kepala SMK, mari buang keraguan untuk mengambil langkah baru yang membawa perubahan positif bagi institusi kita. Khususnya apabila kita sadari ada tantangan di sekolah kita harus kita sikapi segera. Terima kasih banyak, Gamelab, telah menjadi mitra sejalan dalam mewujudkan visi ini.
Mari cetak lulusan SMK yang berkompeten dan memiliki keterampilan yang relevan dengan kondisi industri terkini. Hubungi Gamelab sekarang untuk info Kelas Industri di sini.