BERITA PROGRAMMING Structured Query Language (SQL): Pengertian, Jenis-Jenis, dan Fungsinya

Structured Query Language (SQL): Pengertian, Jenis-Jenis, dan Fungsinya

Oleh Rifka Amalia | Kamis, 3 Agustus 2023

Structured Query Language (SQL): Pengertian, Jenis-Jenis, dan Fungsinya

Yuk, berkenalan dengan Structured Query Language (SQL), bahasa kueri terstruktur yang punya peran penting dalam pengelolaan database. Artikel ini mengulas jenis-jenis SQL dan fungsi-fungsinya.

Aktivitas di kantor membosankan?
Karyawan engangement kurang?
GAMIFIKASI-IN aja!

Ciptakan lingkungan belajar yang lebih MENYENANGKAN dengan GAME-BASED LEARNING!

Daftar Isi Artikel

Pernahkah kamu mendengar tentang Structured Query Language (SQL)? Istilah SQL mungkin sudah tak asing bagi kamu yang tertarik mempelajari bahasa pemrograman. SQL atau bahasa kueri terstruktur memiliki peran krusial dalam mengelola dan mengakses basis data relasional. Lalu, apa itu SQL dan fungsinya? Berikut penjelasannya.

Apa Itu SQL

Structured Query Language atau SQL adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk mengelola dan berinteraksi dengan basis data (database) relasional. SQL sendiri dikembangkan pada awal tahun 1970 bulan Juni oleh Donald D. Chamberlin dan Raymond F. Boyce di IBM. Pada awalnya, SQL dikenal sebagai SEQUEL (Structured English Query Language). Namun, namanya sulit dieja sehingga penamaannya disingkat menjadi SQL.

SQL menyediakan sejumlah perintah yang memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai operasi pada basis data, termasuk pengambilan, penyisipan, pembaruan, dan penghapusan data. Dalam lingkungan sistem manajemen basis data (DBMS), SQL adalah bahasa standar yang digunakan untuk berkomunikasi dengan basis data.

Jenis-Jenis SQL

1. Data Definition Language (DDL)

Data Definition Language (DDL) merupakan sub perintah bahasa SQL yang digunakan untuk mendefinisikan struktur basis data atau kerangka database. DDL memiliki 3 perintah penting yakni create yang berarti perintah membuat sejumlah kebutuhan seperti tabel, indeks, dan tampilan.

Perintah selanjutnya yakni alter, yang merupakan perintah mengubah tabel yang telah dibuat. Lalu perintah lainnya adalah drop yang berarti perintah untuk menghapus database maupun tabel.

2. Data Manipulation Language (DML)

Data Manipulation Language (DML) merupakan sub perintah bahasa SQL yang dapat memanipulasi data dalam tabel yang sudah dibuat. DML memiliki empat perintah penting, yakni insert adalah perintah untuk memasukkan atau menyisipkan data baru dalam tabel.

Perintah kedua dalam DML adalah select, yakni perintah yang bisa digunakan untuk mengambil dan menampilkan data dari satu atau lebih tabel. Kemudian perintah update, yakni untuk memperbarui atau mengubah data yang sudah ada dalam tabel. Sementara perintah terakhir adalah delete, yaitu perintah menghapus data dari tabel.

Structured Query Language (SQL): Pengertian, Jenis-Jenis, dan Fungsinya - GAMELAB.ID

3. Data Control Language (DCL)

Jenis SQL yang terakhir adalah Data Control Language (DCL), yakni sub bahasa SQL yang berfungsi mengatur hak akses dan izin pengguna database. Dengan kata lain, jenis ini memungkinkan melakukan pengontrolan data dan server database. DCL berisi perintah-perintah untuk memberikan atau mencabut izin akses pada tabel atau objek basis data lainnya.

SQL jenis ini memiliki dua perintah penting, yakni grant yang berarti memberi hak atau izin akses pada tabel/objek database lainnya dari admin kepada pengguna. Perintah kedua yakni revoke, adalah perintah mencabut hak/izin akses yang sudah diberikan kepada pengguna. Kedua perintah ini memiliki fungsi yang bertolak belakang.

Fungsi SQL

Penjelasan mengenai jenis-jenis SQL di atas telah memberikan gambaran mengenai fungsi-fungsi SQL. SQL pada dasarnya memiliki banyak fungsi, namun secara umum, SQL difungsikan sebagai bahasa pengelolaan database yang dapat mengelola data-data pada database yang dipakai oleh aplikasi. SQL juga membantumu mengakses database dan melakukan query yang dibutuhkan.

Jika dijabarkan, maka beberapa fungsi SQL yaitu:

  • Mengambil data (select): SQL dapat mengambil data dari tabel atau basis data. Perintah select bisa digunakan untuk menentukan kolom-kolom mana yang ingin diambil dari tabel. Kamu juga bisa menambahkan kriteria-kriteria tertentu untuk memfilter data yang diambil.
  • Memasukkan data (insert): Perintah insert dipakai untuk menyisipkan data baru ke dalam tabel.
  • Mengubah data (update): Fungsinya yakni untuk memperbarui data yang sudah ada dalam tabel. Pengguna dapat mengubah nilai-nilai dalam satu atau beberapa kolom.
  • Menghapus data (delete): Pengguna dapat menghapus seluruh baris atau hanya baris tertentu pada tabel.
  • Membuat tabel (create): SQL digunakan untuk membuat tabel baru dalam basis data. Pengguna dapat menentukan nama kolom, tipe data, batasan, dan aturan lainnya yang berkaitan dengan tabel.
  • Menghapus tabel (drop): Perintah ini digunakan untuk menghapus tabel beserta seluruh data dan strukturnya dari basis data.
  • Mengelola Indeks (create index, drop index): Indeks digunakan untuk meningkatkan kinerja kueri pada basis data. Fungsi create index yakni membuat indeks pada satu atau beberapa kolom dalam tabel, sementara drop index digunakan untuk menghapus indeks yang sudah ada.
  • Mengelola batasan (constraints): Fungsi ini memungkinkan untuk menambahkan batasan pada data dalam tabel, seperti kunci utama (primary key), kunci asing (foreign key), dan batasan unik (unique).
  • Mengelola transaksi (transactions): SQL mendukung pengelolaan transaksi yang memastikan integritas data dan konsistensi basis data. Kamu bisa menggunakan perintah commit untuk menyimpan perubahan, dan perintah rollback untuk membatalkan transaksi.
  • Menggabungkan tabel (join): Fungsi ini memungkinkan kamu untuk menggabungkan data dari dua atau lebih tabel berdasarkan kolom yang memiliki nilai yang sama.
  • Mengelola hak akses (grant, revoke): Dengan SQL, administrator basis data bisa mengelola hak akses pengguna terhadap tabel dan data. Disinggung dalam pemaparan sebelumnya, grant digunakan untuk memberikan hak akses, sementara revoke digunakan untuk mencabut hak akses.
  • Mengelola data NULL (NULL Handling): SQL memiliki fitur untuk mengelola nilai NULL dalam kolom. Kamu dapat mengizinkan atau mencegah nilai NULL, serta mencari data yang mengandung nilai NULL.
  • Dll

Structured Query Language (SQL): Pengertian, Jenis-Jenis, dan Fungsinya - GAMELAB.ID

Baca Juga : Solusi STUCK Upload Aplikasi ke AppStore via XCode

Penutup

Dengan berbagai jenis SQL seperti DDL, DML, dan DCL, pengguna dapat mendefinisikan struktur basis data, memanipulasi data dalam tabel, dan mengatur hak akses pengguna. SQL juga memberikan fleksibilitas dan kemudahan dalam pengambilan, penyisipan, pembaruan, dan penghapusan data dari tabel.

Apakah kamu sudah memahami penjelasan tentang apa itu Structured Query Language (SQL), jenis, dan beberapa fungsinya? Jika belum, kamu bisa memperlajari lebih lanjut mengenai SQL dan perintah-perintahnya dengan mendaftar ke kelas Belajar SQL (Structured Query Language) dengan MySQL di GAMELAB.ID. Yuk, segera ikut kelasnya. Kamu bisa mendaftar dengan cara menghubungi link ini ya. (*)


Rifka Amalia

Rifka Amalia

Kamis, 3 Agustus 2023

ARTIKEL TERKAIT

Magang lebih mudah dan bisa dilakukan dari mana saja dengan Program Magang Online Gamelab. Magang Bersertifikat, plus Pelatihan!

DAFTAR MAGANG

ARTIKEL POPULER

KATEGORI