BERITA SELF DEVELOPMENT Tips Mendisiplinkan Diri Dalam Bekerja Secara Online

Tips Mendisiplinkan Diri Dalam Bekerja Secara Online


#freelancer #KPI #OKR
Tips Mendisiplinkan Diri Dalam Bekerja Secara Online

Di dalam penilaian sebuah performa, kita mengenal ada OKR dan KPI. Nah pada artikel kali ini kita akan membahas tentang apa itu OKR dan KPI.

Ciptakan lingkungan belajar yang lebih MENYENANGKAN dengan GAME-BASED LEARNING!

Saat bekerja secara online tentunya kita memiliki waktu yang lebih fleksibel dan lebih bebas dimana kita dapat mengerjakan pekerjaan kita kapanpun dan dimanapun tanpa adanya pengawasan dari pihak klien atau perusahaan. Namun bekerja secara online tidak segampang itu lhoo.. Banyak sekali godaan dan distraksi dari berbagai sumber yang membuat kita jadi tidak fokus bekerja, misal rasa malas yang tiba-tiba datang, kasur yang terlihat lebih empuk, atau peliharaan yang minta untuk dimanja. semua itu bisa menjadi sebuah halangan bagi kita yang bekerja secara online.

 "white cat sleeps under white comforter" Photo by Kate Stone Matheson on Unsplash

Lalu bagaimana cara untuk mengatasi distraksi tersebut selain menyediakan ruang khusus atau bekerja jauh dari makhluk hidup lainnya? Hmm susah ya? Yang perlu kamu lalukan sebenarnya hanyalah meningkatkan performa bekerja kamu saja, dengan disiplin dan target kerja yang jelas tujuannya. 

Dalam meningkatkan sebuah kinerja tentunya harus di imbangi dengan meningkatnya performa yang dilakukan. Dalam penilaian sebuah performa, kita mengenal ada OKR. Pada artikel sebelumnya kita juga pernah menyinggung tentang OKR ini, namun belum secara menyeluruh. Jadi sebenarnya apa itu OKR? Hal tersebut berfungsi sebagai apa? Mengapa sangat berkaitan dengan kelancaran dan performa kerja kita? Untuk mengetahuinya simak artikel ini hingga selesai.

Apa itu OKR?

OKR adalah kepanjangan dari Objective & key Result. Cara kerja dari OKR ini cukup simple, yaitu dengan mentukan goals yang akan dicapai dan Key Result akan muncul dengan sendirinya, bagaimana atau apa yang akan kamu lakukan untuk mencapai goals tersebut. Kemana tujuan kita? Itulah yang disebut dengan objectives. Objectives sendiri haruslah Specific, Measurable, Actionable, Relevant, Time-bound.

"people sitting on chair in front of table while holding pens during daytime" Photo by Dylan Gillis on Unsplash

Apa tolak ukur kita terhadap tujuan kita? Itulah key results. Key Results harus terukur dan mudah dinilai dengan angka (misalnya skala 0–1.0). OKR bisa membantu tim dan individu untuk keluar dari zona nyaman, menentukan prioritas kerja dan juga belajar dari kesuksesan atau kegagalan. OKR harus transparan dan untuk publik supaya setiap individu di perusahaan bisa melihat apa yang sedang dikerjakan yang lain. Saat kamu mulai menjalankan OKR, kamu perlu mengingat ketiga hal ini : 

  1. Apa yang ingin kamu capai?
    Kamu tentu saja harus mengetahui dengan jelas tujuan yang ingin kamu capai itu seperti apa. Tujuan yang kamu capai juga harus sangat jelas dan benar-benar bisa lakukan. Misalnya, meningkatkan jumlah penjualan produk.
  2. Bagaimana kamu tahu kamu mencapainya?
    Tahap yang kedua kamu harus mengetahui kondisi dimana kamu sudah mencapai tujuanmu tersebut. Hal itu sangat berguna dalam proses review Key Result. Misal, jumlah pendapatan meningkat dari 50 menjadi 80.
  3. Apa saja yang akan kamu lakukan untuk menuju kesana?
    Kamu juga harus memahami tugas apa saja yang akan kamu lakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya, memberikan promo voucher untuk 10 pembeli pertama.

Baca artikel lainnya : Menjadi Lebih Produktif dengan KAIZEN


Cara menyusun OKR

OKR merupakan sebuah metode penilaian kinerja yang telah berhasil diterapkan oleh berbagai perusahaan start up maupun perusahaan besar lainnya seperti Google, Intel, Oracle, Twitter, dan masih banyak lagi. Tertarik untuk menggunakannya? Berikut ini adalah sejumlah langkah yang perlu dilakukan untuk menyusun sebuah OKR dan indikator keberhasilannya.

  1. Pilih Tool yang sesuai
    Sebelum lebih lanjut dalam tahapan selanjutnya, terlebih dahulu kamu harus memahami apa itu OKR secara mendetail dan menyeluruh. Begitu pula dengan rekan kerja atau teman satu tim yang akan bekerja denganmu. Beri pemahaman OKR kepada mereka dan satukan pemahaman agar tidak terjadi miskomunikasi.
    Setelah itu pilihlah sebuah software atau tool seperti spreadsheet untuk digunakan membauat OKR. Tool atau software yang digunakan bisa dari tool sederhana seperti spreadsheet atau software khusus lainnya. Apapun tool yang digunakan pastikan seluruh anggota memiliki kases yang sama pada file tersebut sehingga dapat dengan mudah memantau, mengikuti dan mengelola OKR-nya masing-masing.
  2. Merancang OKR
    Saat kamu merancang sebuat OKR, terdapat 3 pertanyaan utama yang menjadi acuan seperti yang telah disebutkan diatas, yaitu 
    Apa yang ingin kamu capai? Bagaimana kamu tahu kamu mencapainya? Apa saja yang akan kamu lakukan untuk menuju kesana?
    Tujuan dari acuan pertama adalah sebagai bentuk idealnya konkret dan sikap ambisius dalam menentukan tujuan. Namun, kamu juga perlu menjaga untuk tetap berpikir realistis dengan acuan kedua dan ketiga. semua langkah tersebut harus dapat diukur.
  3. Menyusun OKR perusahaan
    Penyusunan OKR perusahaan biasanya dilakukan oleh CEO atau para petinggi perusahaan yang lebih memahami hal terpenting yang paling dibutuhkan oleh perusahaan. OKR ini merupakan gambaran secara garis besar untuk kebutuhan dan indeks untuk meningkatkan performa perusahaan. 
    "man reading magazine" Photo by Austin Distel on Unsplash
  4. Menyusun OKR tim
    Selain OKR untuk perusahaan, OKR untuk tim juga perlu dibuat untuk lebih spesifik lagi. Jika OKR perusahaan adalah gamabran secara garis besar perusahaan maka OKR tim lebih spesifik pada masing-masing tim di perusahaan tersebut.
    OKR tim disusun dalam dua tahap. Tahap pertama melibatkan manajer dengan CEO atau pimpinan tertinggi untuk menyusun rancangan OKR. Kemudian, manajer mendiskusikan rancangan OKR bersama anggota tim dalam tahap selanjutnya. OKR tim harus menggambarkan prioritas tim tersebut dan bukan perorangan.
  5. Menyusun OKR individu
    OKR secara lebih spesifik lagi adalah OKR individu. OKR perorangan menunjukkan berbagai hal yang perlu dikerjakan oleh masing-masing anggota tim. Setiap anggota tim harus memenuhi tugas-tugas yang tertera pada OKR individu dalam batas waktu yang telah ditentukan. Dari sinilah performa setiap individu akan dipantau oleh atasannya dan akan berpengaruh terhadap tujuan atau OKR perusahaan.
    "man sitting on chair and looking laptop computer" Photo by Annie Spratt on Unsplash
  6. Mengevaluasi OKR
    Setelah menyusun OKR untuk perusahaan, tim dan individu tentunya setelah itu perlu dilakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana performa atau kinerja dari suatu perusahaan. Perusahaan melakukan evaluasi tersebut untuk mengetahui sudah sejauh apa tujuannya tercapai. Hal inilah yang nantinya akan menjadi tolak ukur apakah perusahaan tersebut mengalami kegagalan atau keberhasilan.
    Pada umumnya, pencapaian yang sukses berada pada rentang 60-70%. Persentase pencapaian kurang dari rentang tersebut belum tentu menandakan kegagalan, melainkan target yang hendak dicapai terlampau tinggi.
    Sebaliknya, persentase keberhasilan OKR yang selalu mencapai 100% dapat menandakan bahwa target perusahaan kurang ambisius. Jika demikian, maka perusahaan perlu menilai kembali target yang hendak dicapai untuk jangka waktu berikutnya.

"three people sitting in front of table laughing together" Photo by Brooke Cagle on Unsplash

Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel di atas, OKR selain berfungsi sebagai indikator penilaian performa pada suatu perusahaan, namun juga dapat digunakan sebagai indikator untuk penilaian performa pada individu terutama untuk bekerja secara online dimana tidak ada individu lain yang mengawasi. Tentunya kamu hanya perlu memikirkan ke tiga acuan di atas untuk meningkatkan performa diri kamu.

Dengan memberikan dirimu sebuah tantangan seperti memberikan target atau tujuan tertentu yang harus dicapai maka tentu saja akan memotivasi dirimu untuk bekerja secara lebih ekstra, sehingga performamu dapat meningkat. Namun perlu diingat, performa saja tidak cukup tetapi goal atau tujuan kamu juga harus tercapai agar bisa dianggap berhasil. Hal tersebut tentunya tidak dapat lepas dari kemauan diri kamu sendiri untuk berusaha berubah dan berkembang menjadi lebih disiplin dan lebih baik.

 


Sumber :

  • ekrut.com
  • jagoanhosting.com
  • medium.com

 

Baca artikel menarik lainnya :

 


Febriani Sari

Febriani Sari

Rabu, 18 Desember 2019